Kudus Siapkan Destinasi Ramah Muslim, Sejumlah Hotel dan Tempat Wisata Jadi Pilot Project

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:41 WIB
KOLEKSI MUSEUM: Pengunjung menikmati koleksi Museum Kretek Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
KOLEKSI MUSEUM: Pengunjung menikmati koleksi Museum Kretek Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS - Kabupaten Kudus mulai menyiapkan langkah baru untuk memperkuat potensi sektor pariwisata daerah. 

Salah satu agenda yang tengah dirintis adalah pengembangan konsep pariwisata ramah muslim yang ditujukan untuk memberikan pengalaman berwisata yang lebih nyaman bagi wisatawan muslim.

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan Kudus menyambut agenda dan program pariwisata nasional yang direncanakan berlangsung pada 2027.

Pemerintah daerah mulai menyusun berbagai kebutuhan, termasuk menentukan sejumlah usaha dan destinasi yang akan dijadikan percontohan penerapan konsep tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Abdul Halil, menjelaskan bahwa konsep wisata ramah muslim tidak berarti seluruh objek wisata harus diubah menjadi destinasi berbasis syariah.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan lebih menitikberatkan pada penyediaan fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan wisatawan muslim.

Dengan demikian, wisatawan tetap dapat menikmati berbagai destinasi secara umum, tetapi memperoleh fasilitas tambahan yang membuat perjalanan mereka lebih nyaman.

“Wisata ramah muslim itu bukan berarti menjadi wisata syariah, tetapi menyediakan fasilitas yang muslim friendly,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).

Fasilitas pendukung yang disiapkan antara lain petunjuk arah kiblat, ketersediaan kitab suci di kamar penginapan, serta tempat wudu yang lebih representatif.

Penataan fasilitas tertentu juga akan memperhatikan kebutuhan privasi wisatawan.

Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata Kudus, terutama dalam memberikan pelayanan yang lebih inklusif kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Untuk tahap awal, Disbudpar Kudus telah menentukan sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor pariwisata yang akan menjadi proyek percontohan atau pilot project.

Subkoordinator Promosi Wisata Disbudpar Kabupaten Kudus, Esti Aristiana Sukmawati, mengatakan terdapat sejumlah titik yang dipersiapkan sebagai pelopor penerapan konsep wisata ramah muslim.

Dari sektor kuliner, Soto Djatmi dan Rumah Makan GASASA masuk dalam daftar usaha yang akan menjadi bagian dari program.

Sementara itu, dari sektor destinasi wisata terdapat Museum Jenang dan Kretek Waterpark.

Adapun pada sektor akomodasi, terdapat Hotel Sapphire dan Hotel Salimna yang juga dipersiapkan untuk mendukung penerapan konsep tersebut.

“Lima itu yang kami jadikan pilot project. Mudah-mudahan nanti usaha lainnya juga bisa mengikuti,” kata Esti.

Pengembangan pariwisata ramah muslim di Kudus tidak hanya menyentuh fasilitas destinasi, restoran, dan hotel.

Pemerintah daerah juga mulai memperluas cakupan program ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelibatan UMKM dinilai penting karena sektor tersebut menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

Produk kuliner, kerajinan, oleh-oleh, hingga berbagai produk lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Kudus.

Dengan adanya sejumlah lokasi percontohan, penerapan konsep wisata ramah muslim diharapkan dapat berkembang secara bertahap.

Setelah tahap awal berjalan, pelaku usaha pariwisata lainnya di Kudus diharapkan dapat mengikuti dan menyesuaikan fasilitas mereka dengan kebutuhan wisatawan muslim. (san)

Editor : Ali Mustofa
pariwisata Kudus destinasi wisata Kudus pariwisata 2027 wisata ramah muslim wisata kudus