KUDUS - Upaya pemerintah mengurangi risiko banjir di wilayah pantura Jawa Tengah terus dilakukan melalui normalisasi Sungai Wulan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana masih mempercepat pengerjaan proyek tersebut yang membentang di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Kudus dan Demak.
Program normalisasi Sungai Wulan mencakup penanganan alur sungai sepanjang sekitar 30,3 kilometer.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap pada sejumlah titik di sepanjang daerah aliran sungai yang berada di wilayah Kudus, Jepara, dan Demak.
Direktur Teknis Lapangan BBWS Pemali Juana, Nisar Suci Raharjo, mengatakan pekerjaan normalisasi masih terus berjalan.
Sejumlah alat berat ditempatkan di berbagai lokasi untuk mempercepat pengerjaan di sepanjang alur sungai.
“Alat berat kami tempatkan di setiap titik sungai untuk mendukung proses normalisasi,” ujarnya.
Upaya tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menangani persoalan banjir yang telah dilakukan sejak 2025.
Dengan memperbaiki dan menata kembali alur Sungai Wulan, kapasitas sungai diharapkan dapat lebih optimal dalam menampung serta mengalirkan debit air.
Paket pekerjaan normalisasi Sungai Wulan juga mencakup pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak.
Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari paket 1, 2, dan 3 dalam proyek normalisasi Sungai Wulan.
Pembangunan yang menggunakan anggaran APBN tersebut memiliki nilai sekitar Rp350 miliar.
Selain memperbaiki alur sungai, paket pekerjaan ini diharapkan dapat mendukung konektivitas masyarakat di kedua wilayah.
Nisar menjelaskan pembangunan jembatan penghubung Kudus-Demak memang masuk dalam rangkaian pekerjaan normalisasi Sungai Wulan.
”Pekerjaan normalisasi ini juga termasuk dengan paket pembangunan jembatan penguhubung Kabupaten Demak dengan Kudus,” ungkapnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), sasaran normalisasi Sungai Wulan mencapai sekitar 30,3 kilometer.
Program tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap pengurangan kawasan yang terdampak banjir.
Targetnya, luas wilayah yang berpotensi terdampak banjir dapat berkurang hingga sekitar 306 hektare setelah pekerjaan selesai.
Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan normalisasi Sungai Wulan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2027.
Selama proses pengerjaan berlangsung, aktivitas normalisasi akan terus dilakukan pada sejumlah titik sungai di wilayah Kudus, Jepara, dan Demak. (gal)
Editor : Ali Mustofa