Hari Jadi ke-477 Kudus, Sam’ani-Bellinda Ziarah, Ingat Estafet Kepemimpinan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:28 WIB
INGAT LELUHUR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris didampingi Wabup Bellinda Birton (dua dari kanan) dan Ketua TP PKK Kudus Endhah Endhayani menabur bunga di makam Bupati terdahulu Darsono di Kompleks Pesarean Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kota, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
INGAT LELUHUR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris didampingi Wabup Bellinda Birton (dua dari kanan) dan Ketua TP PKK Kudus Endhah Endhayani menabur bunga di makam Bupati terdahulu Darsono di Kompleks Pesarean Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kota, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Makam para pemimpin terdahulu menjadi tempat Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton melakukan refleksi di tengah peringatan Hari Jadi ke-477 Kota Kudus.

Keduanya mendatangi Kompleks Pesarean Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, kemarin.

Ziarah dilakukan usai mengikuti sejumlah rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kudus.

Kehadiran Sam’ani dan Bellinda didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah, jajaran forkopimda, serta sejumlah pejabat.

Sam’ani mengatakan, dirinya bersama Wabup Bellinda saat ini, berada dalam posisi melanjutkan pengabdian yang telah dilakukan para pemimpin sebelumnya.

“Kami bersama Mbak Bellinda menerima tongkat estafet untuk melanjutkan pengabdian di Kabupaten Kudus,” kata Sam’ani.

Ia mengatakan, peringatan hari jadi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda tahunan.

Hari jadi menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan daerah, mengukur berbagai capaian, serta mencermati hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

Sam’ani juga menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan seluruh rangkaian Hari Jadi ke-477 Kota Kudus.

Peringatan kali ini, membawa gagasan “Urup Ngurupi”.

“Semangat ‘Urup Ngurupi’ ini, bagaimana kita bisa hidup dan menghidupi. Memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

Sam’ani menyebut, sektor jasa dan industri menjadi penopang sekitar 75 persen aktivitas ekonomi di Kabupaten Kudus.

Atas dasar itu, kegiatan yang digelar pemerintah maupun masyarakat diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi, bukan sekadar menjadi hiburan.

Refleksi Hari Jadi Kudus juga diarahkan pada upaya mempertahankan nilai-nilai lokal.

Sebab, perkembangan zaman tak seharusnya membuat masyarakat meninggalkan karakter budaya daerah.

Salah satu nilai yang terus didorong ialah Gusjigang.

Filosofi itu, Gus yakni bagus perilaku, Ji-pandai mengaji atau berpendidikan, serta Gang-memiliki kemampuan berdagang dan bekerja.

Sam’ani menilai, ketiga nilai itu, masih dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Pendidikan, karakter, dan kemampuan ekonomi dinilai dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat Kudus.

Temu Sunarto, juru kunci Makam Sedo Mukti menjelaskan, kompleks ini menjadi tempat peristirahatan tujuh bupati terdahulu.

Mereka, Kanjeng Kiai Adipati Ario Cjondronegoro III, Kanjeng Pangeran Ario Cjondronegoro IV, Kanjeng Tjokronegoro, Tjondronegoro V Putri, Tjondronegoro VI, Darsono, dan Agus Toyib.

“Kedatangan pejabat dan warga berziarah menjadi salah satu cara menjaga ingatan terhadap jasa para pemimpin masa lalu,” kata pria yang sudah 35 tahun merawat kompleks pemakaman itu. (dik)

Editor : Ali Mustofa
Sam’ani Intakoris Bellinda Putri Sabrina Pesarean Sedo Mukti hari jadi kudus gusjigang