Trans Jekuti Jepara-Kudus-Pati Disiapkan, Dua Titik Ini Masuk Rencana Pemberhentian

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:06 WIB
TRANSPORTASI: Dishub Kudus membahas rencana pengembangan layanan Trans Jekuti bersama Organda Kabupaten Kudus di Aula Dishub Kudus, Selasa (22/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
TRANSPORTASI: Dishub Kudus membahas rencana pengembangan layanan Trans Jekuti bersama Organda Kabupaten Kudus di Aula Dishub Kudus, Selasa (22/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menyiapkan pengembangan layanan transportasi Trans Jekuti (Jepara-Kudus-Pati).

Dalam rencana tersebut, angkutan kota dan angkutan pedesaan yang selama ini beroperasi di Kabupaten Kudus berpeluang mendapat peran baru sebagai penghubung atau feeder bagi layanan Trans Jekuti.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, Mundir, menjelaskan bahwa konsep Trans Jekuti tidak dirancang untuk langsung menggantikan keberadaan angkutan lokal yang sudah melayani masyarakat.

Sebaliknya, angkutan tersebut nantinya dapat diarahkan untuk mengantarkan penumpang dari halte Trans Jekuti menuju lokasi tujuan mereka.

Dengan skema tersebut, penumpang yang turun dari bus Trans Jekuti di halte dapat melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota maupun pedesaan.

Kehadiran angkutan lokal diharapkan membuat konektivitas transportasi antardaerah hingga ke tujuan akhir masyarakat menjadi lebih mudah.

Meski demikian, Mundir mengatakan rancangan tersebut masih dalam tahap perencanaan.

Detail mengenai trayek yang akan dilalui maupun jumlah kendaraan yang nantinya difungsikan sebagai feeder belum ditentukan.

Dishub Kudus masih menunggu hasil perencanaan dan survei yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Perencanaan pengembangan layanan tersebut ditargetkan berlangsung pada 2026.

Tetapi hingga kini skemanya belum mencapai tahap final.

“Trayeknya kami menunggu yang dari provinsi. Perencanaannya di tahun 2026 ini, tetapi belum final,” ujar Mundir.

Mengenai jumlah angkutan yang akan menjadi feeder, Mundir menyebut penentuannya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Data tersebut nantinya mengacu pada hasil survei yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Dishub Kudus berperan mendampingi proses perencanaan dan survei yang berkaitan dengan wilayah Kudus.

“Kalau jumlah nanti disesuaikan dengan hasil survei. Hasil surveinya dari sana, bukan dari kami. Kami hanya mendampingi,” jelasnya.

Untuk lokasi pemberhentian, Terminal Getas menjadi salah satu titik yang masuk dalam rencana pengembangan Trans Jekuti.

Selain itu, terdapat pula titik pemberhentian di kawasan Jetak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Mundir menyebut kedua lokasi tersebut menjadi titik yang saat ini direncanakan sebagai bagian dari layanan transportasi Trans Jekuti di wilayah Kudus.

Dengan konsep integrasi antara bus antarkabupaten dan angkutan lokal, Trans Jekuti nantinya diharapkan tidak hanya menghubungkan Jepara, Kudus, dan Pati.

Tetapi juga memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan dari titik pemberhentian menuju berbagai kawasan di dalam daerah. (dik)

Editor : Ali Mustofa
Trans Jekuti jepara kudus pati Angkot Kudus Transportasi Kudus dishub kudus