KUDUS - Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus tahun 2026 bakal diramaikan dengan pertunjukan budaya berskala besar.
Tidak sekadar menjadi rangkaian acara seremonial, peringatan hari jadi tahun ini juga akan menghadirkan aksi kolosal yang mengangkat kekayaan budaya lokal melalui pementasan Tari Lajur Caping Kalo.
Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan pertunjukan massal tersebut sekaligus sebagai bagian dari upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Sebanyak 680 penari dari 136 grup dijadwalkan tampil secara bersamaan pada Sabtu, 26 September 2026.
Pementasan Tari Lajur Caping Kalo akan berlangsung di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Para penari akan bergerak secara serentak mulai dari halaman Pendapa Kabupaten Kudus hingga kawasan depan Air Mancur Kantor Bupati Kudus.
”Perayaan ini bukan hari jadinya para pejabat, tetapi hari jadinya seluruh warga Kabupaten Kudus,” tegas Se kretaris Daerah (Sekda) Ku dus Eko Djumartono.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Abdul Halil, mengatakan persiapan untuk rangkaian perayaan tersebut telah dilakukan secara matang.
Peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, masyarakat umum, hingga pegawai yang sebelumnya mengikuti perlombaan.
”Pesertanya terdiri dari kalangan pelajar, umum, serta para pegawai yang sebelumnya telah mengikuti perlombaan,” kata Halil.
Menurut Halil, keterlibatan banyak kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam menyemarakkan Hari Jadi Kudus.
Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mempertahankan kesenian yang memiliki keterkaitan erat dengan identitas daerah.
Perayaan Hari Jadi ke-477 Kudus tidak hanya diisi dengan kegiatan budaya.
Sejumlah agenda keagamaan juga telah digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan, di antaranya Tahlil massal dan Khotmil Qur'an yang berlangsung pada Selasa, 22 September 2026.
Puncak kegiatan akan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026.
Ribuan masyarakat diperkirakan akan memadati kawasan Alun-alun Simpang Tujuh untuk menyaksikan pertunjukan kolosal tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kudus merupakan momentum milik seluruh masyarakat, bukan hanya jajaran pemerintahan.
Karena itu, rangkaian kegiatan dirancang agar masyarakat dapat ikut mengambil bagian dalam perayaan tersebut.
Pementasan 680 penari Tari Lajur Caping Kalo diharapkan menjadi salah satu pertunjukan yang meninggalkan kesan kuat sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya khas Kabupaten Kudus. (san)
Editor : Ali Mustofa