Bukan Cuma Seremoni, Ini Wujud Nyata “Urup Nguripi” di Hari Jadi ke-477 Kudus

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:15 WIB
Bupati Kudus Dr. Ars. Sam
Bupati Kudus Dr. Ars. Sam'ani Intakoris, S.T., M.T dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, S.Ked.

KUDUS – Peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia daerah.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi untuk menerjemahkan semangat “Urup Nguripi” ke dalam berbagai gerak pembangunan dan kerja sama yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Filosofi “Urup Nguripi” yang bermakna saling memberi kehidupan dan manfaat itu salah satunya diwujudkan melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kondisi tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyerahkan secara simbolis bantuan RSLH tahap kedua di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (21/9).

Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Kudus dengan sejumlah pihak swasta, di antaranya PT Djarum dan Polytron.

Pada tahap kedua, kolaborasi tersebut mengalokasikan dana sekitar Rp11,4 miliar untuk memperbaiki 164 rumah.

Jika dihitung sepanjang 2026, total terdapat 400 rumah yang mendapatkan bantuan melalui program tersebut.

Program RSLH menyasar masyarakat di delapan kecamatan, dengan nilai bantuan sekitar Rp70 juta untuk setiap rumah.

Bantuan ini diharapkan dapat membuat hunian warga menjadi lebih layak sekaligus mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Semangat pembangunan juga diarahkan pada penguatan perekonomian lokal. Salah satunya melalui penyelenggaraan Kudus Expo 2026 di kawasan Simpang Tujuh.

Sebanyak 50 stan UMKM mendapat kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk kepada masyarakat.

Ruang promosi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

Sementara itu, sektor ekonomi kreatif juga memperoleh panggung melalui Kudus Fashion On The Street.

Peragaan busana tersebut memberikan ruang bagi pelaku fashion lokal untuk memperkenalkan karya sekaligus mengembangkan potensi industri kreatif di daerah.

Semangat “Urup Nguripi” tidak hanya diterapkan dalam pembangunan ekonomi dan sosial, tetapi juga dalam pelestarian budaya.

Salah satu wujudnya adalah pencatatan Rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo dalam rangkaian Hari Jadi Kudus.

Pertunjukan tersebut melibatkan 680 penari dari 136 grup.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menjaga kesenian daerah agar tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, perayaan puncak Hari Jadi ke-477 melalui Tari Lajur Caping Kalo menjadi simbol bahwa Kudus memiliki identitas budaya yang kuat.

Menurutnya, Kudus tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang terus dijaga, termasuk identitas ukir dan gebyok yang menjadi bagian dari karakter daerah.

Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari semangat peringatan Hari Jadi Kudus.

Pemerintah Kabupaten Kudus kembali mengajak masyarakat untuk mengganti karangan bunga dengan tanaman hidup.

Tanaman yang terkumpul nantinya sebagian akan dimanfaatkan untuk penghijauan, termasuk ditanam di kawasan lereng Gunung Muria. Langkah tersebut menjadi upaya sederhana untuk menghubungkan perayaan daerah dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Di usia ke-477 tahun, Kudus terus bergerak melalui berbagai bentuk kolaborasi.

Semangat “Urup Nguripi” diterjemahkan dalam beragam aksi, mulai dari memperbaiki rumah warga, mengembangkan UMKM, membuka ruang bagi ekonomi kreatif, menjaga budaya, hingga memperhatikan kelestarian lingkungan.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mendorong Kabupaten Kudus agar semakin sejahtera, lestari, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar budaya yang telah menjadi identitas daerah. (san)

Editor : Ali Mustofa
Hari Jadi Kudus ke-477 Urup Nguripi RSLH Kudus Kudus 2026 tari lajur caping kalo