KUDUS – Perayaan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus mengusung filosofi “Urup Nguripi” sebagai semangat utama.
Ungkapan tersebut menggambarkan api kehidupan yang terus menyala, menerangi lingkungan sekitar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menjelaskan, “Urup Nguripi” menggambarkan kehidupan yang senantiasa menyala, menjadi penerang, dan mampu memberikan kemanfaatan bagi orang lain.
Filosofi itu kemudian diterjemahkan dalam berbagai kegiatan peringatan Hari Jadi Kudus tahun ini.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Kudus dengan berbagai unsur, mulai dari perusahaan swasta, perbankan, donatur, lembaga filantropi hingga tokoh masyarakat.
Salah satu hal yang menarik, sekitar 93 persen pendanaan rangkaian perayaan Hari Jadi tahun ini berasal dari pihak swasta dan sponsor.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan berbagai kegiatan tanpa hanya mengandalkan pendanaan pemerintah daerah.
Rangkaian kegiatan sendiri telah berlangsung sejak akhir Juli.
Agenda pembuka di antaranya seminar rekonstruksi sejarah Kudus, kemudian dilanjutkan dengan kenduren massal yang untuk pertama kalinya digelar di kawasan Taman Menara.
Beragam kegiatan hiburan, budaya, dan ekonomi kreatif turut mewarnai perayaan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus.
Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi konser musik, karnaval budaya, Fashion Show on the Street, Car Free Night, pagelaran wayang kulit, serta ekspo UMKM.
Perayaan juga diramaikan dengan upaya pemecahan rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo.
Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat keberadaan budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata dan sport tourism.
Pemerintah daerah berharap rangkaian kegiatan juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor usaha yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, salah satu agenda yang berlangsung adalah khatmil Quran di Pendapa Kabupaten Kudus.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sam’ani menyampaikan, khatmil Quran tidak sekadar menjadi acara seremonial untuk memperingati bertambahnya usia Kabupaten Kudus.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah bersama masyarakat untuk berdoa agar Kudus senantiasa berada dalam keadaan aman, tenteram, dan damai.
Doa juga dipanjatkan agar masyarakat mendapatkan perlindungan serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Peringatan Hari Jadi Kudus juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik.
Pemerintah Kabupaten Kudus turut memberikan perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Sam’ani berharap berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Melalui semangat “Urup Nguripi”, rangkaian peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan.
“Kami berharap, berbagai program pembangunan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Semoga dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus ini, bisa mewujudkan Kudus yang sehat, sejahtera, religius, dan berdaya saing,” harapnya. (dik)
Editor : Ali Mustofa