KUDUS – Duka masih menyelimuti keluarga empat warga Kabupaten Kudus yang menjadi penumpang KM Virgo Transport 8.
Kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026 dini hari.
Hingga Senin, 21 September 2026, keempat warga Kudus tersebut belum ditemukan.
Keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan mereka di tengah operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama sejumlah pejabat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus mendatangi kediaman keluarga korban di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, pada Senin (21/9).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang masih menunggu kepastian mengenai anggota keluarganya.
Pemkab Kudus juga memberikan santunan sebagai bentuk dukungan selama proses pencarian masih berlangsung.
Bupati Sam'ani mengatakan sejumlah warga Kudus memang tercatat dalam manifest KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa.
“Ada warga Kabupaten Kudus yang secara manifes itu ikut menjadi korban tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 hingga saat ini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian,” kata Sam'ani, Senin (21/9).
Empat warga Kudus yang tercatat sebagai penumpang diketahui bekerja sebagai sopir dan kernet truk ekspedisi.
Dua di antaranya merupakan kakak beradik, yakni Yusuf Fachrizal/Fahrizal (37) dan M. Adam Assegaf (20).
Keduanya berasal dari wilayah Kudus dan bekerja mengantarkan barang menuju Banjarmasin.
Sementara dua warga lainnya adalah Rizki Ananta Agusena, warga Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, serta Kumaedi, warga Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo.
Kabar mengenai hilangnya Yusuf dan Adam menjadi pukulan berat bagi keluarga.
Keduanya diketahui berangkat untuk menjalankan pekerjaan sebagai sopir dan kernet truk ekspedisi yang membawa barang dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan menumpang KM Virgo Transport 8.
Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi musibah setelah kapal mengalami kecelakaan di Laut Jawa.
Ibu Yusuf dan Adam, Titin Safitri, tak mampu menyembunyikan kesedihannya ketika menerima kunjungan Bupati Kudus.
Hingga kini, keluarga masih belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan kedua anaknya.
Titin mengatakan nama kedua anaknya tercantum dalam manifest kapal. Karena itu, ia masih menyimpan harapan agar keduanya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kedua anak saya sudah terdaftar di manifes atau dokumen muatan resmi. Saya masih berharap dan berdoa, semoga Allah SWT memberikan keselamatan keduanya,” ujar Titin.
Sebelum berangkat, Adam juga sempat berpamitan kepada keluarga. Ia meminta doa agar perjalanan mengantarkan barang bersama kakaknya berjalan dengan lancar.
Upaya mendapatkan informasi mengenai pencarian korban juga dilakukan keluarga secara langsung. Adik korban bersama istri Yusuf telah berada di Banjarmasin sejak Minggu, 13 September 2026.
Sebelumnya, keluarga sempat menuju Surabaya sebelum meneruskan perjalanan ke Banjarmasin.
Mereka berharap dapat memperoleh informasi terbaru mengenai proses pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8.
Pemkab Kudus menyatakan akan terus memantau perkembangan pencarian empat warganya melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus juga berkomunikasi dengan tim pencarian di tingkat nasional untuk memperoleh informasi terbaru mengenai operasi SAR.
“BPBD Kudus selalu info update dengan tim pencarian di nasional untuk memonitor perkembangan, sehingga informasi perkembangan dapat diperoleh dengan cepat,” ujar Sam'ani.
Pemkab Kudus juga menyiapkan bantuan apabila korban nantinya berhasil ditemukan dan perlu dipulangkan ke daerah asal.
“Nanti dari BPBD Kudus yang akan berkoordinasi dengan tim terkait di lokasi kejadian untuk memastikan perkembangan pencarian empat warga Kudus yang diduga menjadi korban tenggelamnya Kapal Virgo di Laut Jawa,” jelas Sam'ani.
Menurutnya, penanganan bencana dan pencarian korban berada dalam koordinasi lembaga terkait, termasuk Basarnas dan BNPB.
Selain memastikan perkembangan operasi pencarian, Pemkab Kudus juga akan menelusuri kemungkinan hak atau jaminan ketenagakerjaan yang dapat diterima keluarga korban.
Pemerintah daerah berencana berkoordinasi dengan perusahaan tempat para korban bekerja serta BPJS Ketenagakerjaan untuk mengetahui hak yang dapat diberikan kepada keluarga.
“Kami juga akan berkomunikasi dengan perusahaan yang memberikan pekerjaan. Sampai di mana, nanti kami cek langsung dan berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Sam'ani.
Ia memastikan pemerintah daerah siap memberikan bantuan apabila korban ditemukan, termasuk dalam proses pemulangan ke rumah duka.
Pemkab Kudus berharap operasi pencarian dapat segera memberikan kabar mengenai keberadaan empat warganya yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Sam'ani juga meminta keluarga korban tetap kuat menghadapi masa penantian. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memberikan pendampingan selama proses pencarian dan penanganan korban berlangsung.
“Kami berharap Mas Yusuf, Mas Adam, dan korban lain segera ditemukan dalam kondisi yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, keluarga masih menggantungkan harapan pada operasi pencarian yang dilakukan tim SAR.
Di tengah ketidakpastian tersebut, doa terus dipanjatkan agar Yusuf, Adam, Rizki, dan Kumaedi segera ditemukan serta keluarga memperoleh kepastian mengenai nasib mereka.
Editor : Ali Mustofa