Ada yang Berbeda di Hari Jadi Kudus, Bupati hingga Pejabat Mendadak Jadi Model Fashion

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 08:47 WIB
JADI MODEL: Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton berjalan di catwalk pada Fashion On The Street di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
JADI MODEL: Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton berjalan di catwalk pada Fashion On The Street di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Suasana berbeda terlihat di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Panggung yang biasanya identik dengan model profesional kali ini justru diramaikan oleh para pejabat daerah.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), camat, hingga sejumlah pejabat lainnya tampil bak model dalam gelaran Fashion On The Street.

Di bawah sorotan lampu dan iringan musik, mereka berjalan menyusuri catwalk dengan mengenakan busana dari berbagai brand fashion lokal Kudus.

Momen tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat yang memenuhi kawasan Alun-alun Simpang Tujuh.

Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah penampilan Bupati Sam’ani Intakoris bersama istrinya, Endhah Endhayani.

Keduanya berjalan berdampingan memperagakan busana karya pelaku usaha fashion lokal.

Endhah sendiri merupakan Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus.

Kehadiran pasangan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap geliat industri kreatif yang berkembang di Kota Kretek.

Bagi masyarakat, keterlibatan pejabat sebagai model bukan sekadar hiburan. Cara tersebut sekaligus menjadi panggung promosi bagi produk lokal agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Fashion On The Street digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus.

Sedikitnya 35 brand lokal mendapat ruang untuk memperkenalkan karya mereka melalui peragaan busana di pusat Kota Kudus.

Produk yang ditampilkan tidak hanya menyasar pasar lokal. Sejumlah brand disebut telah memiliki konsumen di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, sebagian produk disebut telah berhasil menembus pasar ekspor.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa industri fashion daerah memiliki peluang untuk terus berkembang apabila mendapatkan ruang promosi dan dukungan yang memadai.

Sebelum para pejabat dan model tampil di atas catwalk, masyarakat yang memadati kawasan Alun-alun Simpang Tujuh terlebih dahulu disuguhi pertunjukan musik.

Penyanyi dangdut Reza Zakarya D’Academy (DA) turut hadir menghibur warga.

Penampilan tersebut membuat suasana perayaan Hari Jadi Kudus semakin meriah sebelum acara utama Fashion On The Street berlangsung.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan keterlibatan para pejabat dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan langsung pemerintah terhadap produk UMKM.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda dan pejabat lainnya yang bersedia hadir sekaligus ikut tampil dalam acara tersebut.

“Ini rangkaian Hari Jadi ke-477 Kudus. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres, Pak Komandan Kodim, Pak Kajari, Ibu Pengadilan, Ibu Wakil Bupati, semuanya hadir dan tampil,” ujar Sam’ani.

Menurut Sam’ani, para pejabat sengaja ikut menjadi model untuk membantu memperkenalkan produk-produk UMKM Kudus kepada khalayak yang lebih luas.

Ia menilai kualitas produk UMKM Kabupaten Kudus memiliki potensi untuk bersaing dan terus berkembang.

“Bupati, Forkopimda, kepala OPD dan semuanya menjadi model untuk memasarkan hasil UMKM yang ada di Kabupaten Kudus. Hasil-hasil UMKM di Kabupaten Kudus kualitasnya sangat luar biasa, bagus-bagus,” katanya.

Harapan pemerintah daerah tidak berhenti pada peningkatan popularitas di tingkat lokal.

Sam’ani ingin produk-produk buatan pelaku UMKM Kudus memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, mulai dari tingkat provinsi hingga internasional.

“Mudah-mudahan bisa tidak hanya di kancah kabupaten, provinsi, tetapi sampai ke dunia,” tambahnya.

Menariknya, meski harus tampil di depan banyak orang, Sam’ani mengaku sempat merasa gugup ketika berjalan di atas catwalk.

Namun, pengalaman tersebut justru menjadi salah satu momen unik dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-477 Kudus.

Dari panggung fashion tersebut, pesan yang ingin ditonjolkan bukan sekadar soal gaya berbusana.

Ada upaya mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, dan industri kreatif dalam satu ruang agar produk lokal semakin mendapat perhatian.

Dengan dukungan promosi yang semakin luas, brand-brand Kudus diharapkan tidak hanya dikenal oleh masyarakat daerah sendiri, tetapi juga mampu memperluas pasar hingga ke tingkat nasional dan global. (san)

Editor : Ali Mustofa
Hari Jadi Kudus ke-477 Fashion On The Street Kudus Bupati Kudus Sam'ani Intakoris brand fashion lokal Kudus umkm kudus