KUDUS — Sebanyak 30 fragmen benda yang diduga berkaitan dengan cagar budaya ditemukan di sekitar kompleks Masjid Baitul Muttaqin, Dukuh Bongoro, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kudus, Selasa (15/9).
Benda-benda tersebut ditemukan dalam kondisi sebagian masih tertanam di dalam tanah dan tersebar di sejumlah titik di sekitar masjid.
Fragmen yang terbuat dari material tanah liat itu diduga merupakan bagian dari mustaka atau ornamen puncak masjid kuno.
Temuan tersebut pertama kali diketahui oleh Wisnu Bayu Murti, 29, saat berada di sekitar masjid pada Jumat (11/9).
Saat melihat benda yang muncul dari permukaan tanah, Wisnu kemudian mengambilnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, ia menemukan sejumlah fragmen lain dengan bentuk yang beragam.
Temuan tersebut selanjutnya diamankan bersama pengurus atau takmir masjid serta rekan-rekannya.
Setelah dibersihkan dari tanah yang menempel, beberapa fragmen masih memperlihatkan bentuk dan ornamen tertentu.
Di antaranya terdapat pola yang menyerupai daun nanas, sulur, serta ukiran.
“Setelah ditemukan, kami coba bersihkan dan hilangkan bekas-bekas tanah, kemudian kami amankan untuk penelitian lebih lanjut,” kata Wisnu.
Wisnu menyebut masyarakat sekitar selama ini memiliki cerita bahwa Masjid Baitul Muttaqin telah berdiri sejak sekitar tahun 1600-an.
Informasi tersebut membuat fragmen yang ditemukan kemudian dikaitkan dengan kemungkinan peninggalan dari masa awal perkembangan Islam di wilayah Kudus.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan.
Identitas, usia, fungsi, serta keterkaitan fragmen dengan bangunan masjid masih membutuhkan penelitian dan kajian lebih mendalam dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang cagar budaya.
Temuan tersebut kini diamankan untuk mendukung proses penelitian lebih lanjut.
Kajian nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai asal-usul fragmen sekaligus kemungkinan kaitannya dengan sejarah Masjid Baitul Muttaqin dan perkembangan Islam di kawasan tersebut. (dik)
Editor : Ali Mustofa