Jembatan Colo Kudus Diperkuat Bored Pile, Proyek Rp8,4 Miliar Dikebut Sebelum Hujan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:38 WIB
AKURAT: Petugas menentukan titik koordinat lokasi tiang beton pondasi jembatan di loket masuk Wisata Colo, Jumat (11/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
AKURAT: Petugas menentukan titik koordinat lokasi tiang beton pondasi jembatan di loket masuk Wisata Colo, Jumat (11/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Upaya memperkuat jembatan yang menjadi akses menuju kawasan wisata religi Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terus dilakukan.

Setelah sebelumnya mengalami longsor pada Januari 2026, struktur jembatan kini ditangani menggunakan konstruksi bored pile sebagai langkah untuk mengurangi risiko pergeseran tanah maupun longsor kembali.

Staf teknik pengawasan Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Harjono, menjelaskan bahwa penggunaan bored pile telah ditetapkan melalui perencanaan teknis.

Metode tersebut dinilai lebih aman dibandingkan apabila jembatan hanya diperkuat dengan dinding penahan tanah atau DPT.

Menurutnya, kondisi pascalongsor menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan metode konstruksi.

Dikhawatirkan penggunaan DPT saja belum cukup untuk menahan pergerakan tanah sehingga berpotensi kembali mengalami longsor atau guling.

“Setelah terjadinya longsor pada Januari 2026, dari perencanaan kalau pakai DPT takutnya terjadi longsor lagi atau terjadi guling lagi. Makanya tim perencanaan Dinas PUPR merencanakan konstruksinya menggunakan bored pile,” ujarnya.

Pekerjaan perkuatan jembatan tersebut menggunakan anggaran APBD Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp8,4 miliar.

Proyek ini memiliki masa kontrak mulai 29 Juni hingga 25 Desember 2026.

Dalam konstruksinya, tiang bored pile memiliki diameter sekitar 80 sentimeter dengan panjang 25 meter.

Dari ukuran tersebut, sekitar 15 meter akan ditanam ke dalam tanah sebagai bagian dari struktur pondasi.

Jembatan yang mendapat penanganan memiliki bentang sekitar 66 meter, dengan lebar yang bervariasi antara 6 hingga 10 meter.

Proses pembuatan pondasi menggunakan sejumlah peralatan berat, termasuk ekskavator dan drilling rig untuk membuat lubang sebelum tulangan dipasang dan dilanjutkan dengan pengecoran beton.

Sebelum memasuki pekerjaan utama pondasi, kontraktor juga melakukan sejumlah pekerjaan pendukung.

Di antaranya pembangunan saluran drainase serta pemindahan utilitas yang berada di sekitar area proyek.

Harjono mengatakan, saluran drainase dari sisi Kudus sudah mulai dikerjakan.

Sejumlah utilitas juga dipindahkan agar tidak mengganggu pelaksanaan konstruksi, termasuk tiang telepon, jaringan air minum, jaringan Telkom, serta utilitas milik sejumlah penyedia layanan lainnya.

“Setelah penandatanganan kontrak, kita mengejar progres. Saluran dari sisi kiri dari Kudus sudah dikerjakan. Kemudian kita juga memindahkan utilitas, termasuk tiang telepon, utilitas air minum, jaringan Telkom maupun vendor lainnya,” jelas Harjono.

Selain memperkuat struktur jembatan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan drainase di sisi utara dengan panjang sekitar 100 meter.

Saat ini pengerjaan telah memasuki tahap pondasi bored pile. Pekerjaan tersebut dipacu mengingat intensitas hujan diperkirakan dapat meningkat dan berpotensi menghambat pekerjaan konstruksi.

Pondasi beserta kolom ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Jika tidak terdapat kendala teknis, tahap tersebut diharapkan dapat rampung paling lambat sekitar Oktober hingga November.

Ketersediaan peralatan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian.

Gangguan atau kerusakan alat berat dapat menghentikan pekerjaan sehingga kontraktor telah melakukan persiapan dan mengantrekan alat bored pile sebelum pekerjaan dimulai.

Setelah pondasi bored pile selesai, pekerjaan akan dilanjutkan ke sejumlah tahapan konstruksi berikutnya.

Proses tersebut meliputi pembuatan pile cap, abutment, pier head, pemasangan pembesian, hingga pengecoran balok beton yang memiliki panjang sekitar 60 meter.

Harjono memastikan penanganan ini tidak mengubah desain dasar jembatan.

Lebar badan jalan nantinya akan dikembalikan seperti kondisi sebelumnya setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai.

Perkuatan menggunakan bored pile diharapkan dapat membuat struktur jembatan lebih aman dan mampu menghadapi kondisi tanah di kawasan tersebut, sekaligus mendukung kelancaran akses masyarakat dan wisatawan menuju kawasan religi Sunan Muria.

“Kita sudah antre alat. Mulai minggu kelima sudah antre supaya alat bored pile-nya siap. Minggu ini baru bisa dilaksanakan,” jelasnya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
jembatan colo bored pile pengecoran balok beton kontraktor Kudus