KUDUS – Haqiqi Tour Cabang Kudus menggelar manasik umroh bagi sekitar 20 jamaah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 22 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Sapphire Kudus, Jumat (11/9/2026).
Manasik tidak hanya diikuti jamaah dan jajaran Haqiqi Tour Cabang Kudus, tetapi juga menghadirkan langsung Direktur Utama PT Haqiqi Kafila Wisata, KH Ahmad Faizin dari Jakarta.
Kepala Cabang Haqiqi Tour Kudus, Sururi Mujib, mengatakan manasik menjadi bagian penting untuk membekali jamaah sebelum melaksanakan rangkaian ibadah umroh.
Selain materi mengenai tata cara pelaksanaan umroh, pembekalan juga disampaikan oleh Sururi Mujib dan KH Masduki Dahwan. Para jamaah mendapatkan penjelasan mengenai rangkaian perjalanan sekaligus hal-hal yang perlu dipersiapkan selama berada di Tanah Suci.
Dalam kesempatan tersebut, KH Ahmad Faizin menegaskan komitmen Haqiqi Tour untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah, sejak proses pendaftaran hingga jamaah kembali ke Indonesia.
“Haqiqi Tour akan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal kepada para jamaah, mulai proses pendaftaran, pemberangkatan dari JHK, perjalanan ke Makkah dan Madinah, sampai pulang lagi ke Indonesia, khususnya Kudus,” ujarnya.
Jamaah juga mendapat penjelasan mengenai itinerary secara rinci, mulai dari keberangkatan dari Kudus hingga kepulangan kembali ke Kudus.
Untuk penerbangan menuju Arab Saudi, jamaah dijadwalkan menggunakan pesawat Saudia dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Jeddah.
KH Ahmad Faizin juga mengingatkan jamaah agar mempersiapkan kondisi fisik dan mental dengan baik. Menurutnya, umroh merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik karena banyak rangkaian ibadah yang dilakukan secara langsung.
“Karena umroh adalah ibadah fi'liyah, maka yang harus dipersiapkan adalah kesehatan yang baik, sabar, dan terus memohon kekuatan kepada Allah,” pesannya.
Selain kesiapan fisik, jamaah diingatkan untuk memanfaatkan kesempatan selama berada di Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan doa.
Khusus ketika berada di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, jamaah diminta memperbanyak doa, membaca tasbih, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam pembekalan tersebut juga disampaikan mengenai keutamaan beribadah di kedua masjid tersebut. Pahala salat di Masjidil Haram disebut dilipatgandakan hingga 100 ribu kali, sedangkan di Masjid Nabawi mencapai 1.000 kali dibandingkan salat di masjid lainnya.
Melalui manasik tersebut, Haqiqi Tour berharap para jamaah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai rangkaian ibadah sekaligus siap secara fisik dan mental sebelum bertolak ke Tanah Suci pada 22 September mendatang. (*)
Editor : Mahendra Aditya