KUDUS — Seorang guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendadak viral hingga level internasional setelah video cara unik dirinya mengembalikan nilai ujian murid-muridnya tersebar luas di media sosial.
Aksi kreatif tersebut bahkan diunggah ulang oleh akun Instagram populer dunia, @9gag, sehingga menarik perhatian netizen dari berbagai negara.
Yang membuat konten ini menonjol adalah penggunaan potongan gambar karakter kartun SpongeBob SquarePants sebagai “penutup” angka nilai di lembar jawaban siswa.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah potongan kertas bergambar karakter SpongeBob dan teman-temannya seperti Patrick, Squidward, hingga Plankton ditempelkan menggunakan klip kertas untuk menutupi bagian angka nilai pada lembar ujian.
Baca Juga: Kondisi Sekolah Dasar di Kudus Jadi Sorotan, 700 Ruang Kelas Mengalami Kerusakan, Pemkab Lakukan Ini
Setiap karakter dan ekspresinya disesuaikan dengan perolehan nilai masing-masing siswa. Misalnya, karakter Plankton yang menangis digunakan untuk menutupi nilai 54, sementara Patrick Star dengan efek hati yang menghangatkan muncul saat klip dibuka dan ternyata menutupi nilai tinggi 99,5 pada lembar ujian Bahasa Inggris.
Unggahan yang di-repost oleh @9gag itu tercatat sudah ditonton lebih dari 9,8 juta kali dan membanjiri kolom komentar warganet.
Baca Juga: Polisi Sahabat Anak, Polres Kudus Kenalkan Keselamatan Lalu Lintas dengan Cara Menyenangkan
Banyak netizen menilai metode visual interaktif ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu mengurangi stres serta rasa cemas siswa SD saat melihat hasil ujian mereka.
Beberapa komentar bahkan menyebut langkah ini sebagai contoh pendekatan ramah anak yang patut ditiru guru lain.
Sosok di balik video viral tersebut adalah Mudrikatussyifa, atau akrab disapa Syifa, seorang guru muda berusia 24 tahun asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Baca Juga: Kelelahan dan Sesak Napas, Pendaki Asal Rembang Meninggal Saat Mendaki Gunung Muria
Sehari-hari, Syifa mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di SD 1 Kedungdowo dan juga berprofesi sebagai tentor di sebuah lembaga bimbingan belajar.
Saat dikonfirmasi oleh Wolipop, Syifa menjelaskan bahwa ide penempelan gambar karakter SpongeBob itu murni berasal dari keinginannya menciptakan suasana belajar yang lebih hangat dan ramah anak.
“Ide ini berawal dari keinginan membuat suasana setelah tes lebih menyenangkan dan tidak menegangkan melihat nilai. Tujuannya adalah menghargai usaha anak-anak, sekaligus agar anak tidak takut atau sedih walaupun nilainya belum sempurna. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai, serta menumbuhkan rasa senang saat belajar,” jelas Syifa dikutip dari Wolipop.
Baca Juga: Hanya Tinggal Sebentar, Uang Rp208 Juta dan Laptop di Dalam Mobil Warga Kudus Hilang
Pernyataan ini memperkuat kesan bahwa aksinya bukan sekadar tren media sosial, melainkan bagian dari pendekatan pedagogis yang memprioritaskan kesejahteraan emosional siswa.
Fenomena ini juga menyoroti bagaimana kreativitas guru muda Indonesia mampu menembus panggung global melalui platform seperti 9GAG, yang selama ini dikenal sebagai salah satu komunitas meme terbesar di dunia.
Dalam konteks pendidikan dasar, langkah Syifa menunjukkan bahwa feedback akademik bisa disampaikan dengan cara yang tetap informatif, namun tidak menghakimi.
Baca Juga: Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jateng Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun
Penggunaan karakter populer seperti SpongeBob juga menjadi jembatan budaya yang mudah dipahami anak-anak, sehingga proses evaluasi belajar terasa lebih ringan tanpa mengurangi esensi penilaian.
Video aksi Syifa masih terus dibagikan dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, TikTok, dan Facebook.
Banyak guru dan orang tua yang mengaku terinspirasi untuk menerapkan pendekatan serupa di lingkungan belajar masing-masing.
Kisah guru SD dari Kudus ini menjadi bukti bahwa inovasi kecil di ruang kelas dapat berdampak besar, bahkan mampu menyentuh hati netizen lintas negara. (*)
Editor : Ali Mustofa