ICEMA 2026 FEB UMK Dorong Transformasi Bisnis Digital yang Berkelanjutan dan Beretika

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:36 WIB
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (FEB UMK) menggelar ICEMA 2026 dengan mengangkat isu transformasi bisnis, manajemen, dan akuntansi berbasis digital.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (FEB UMK) menggelar ICEMA 2026 dengan mengangkat isu transformasi bisnis, manajemen, dan akuntansi berbasis digital.

RADAR KUDUS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (FEB UMK) sukses menggelar The 4th International Conference on Economic Management and Accounting (ICEMA) 2026 secara hybrid pada Rabu (2/9).

Mengusung tema "Driving Sustainable and Ethical Business Transformation through Digital Innovation in Management and Accounting", konferensi internasional ini menjadi wadah penting dalam membahas arah transformasi bisnis, manajemen, dan akuntansi berbasis digital di era modern.

Dekan FEB UMK, Dr. Kertati Sumekar, S.E., M.M., bertindak sebagai narasumber utama dalam forum ilmiah tersebut. Dalam penyampaiannya, Dr. Kertati menekankan pentingnya mengintegrasikan inovasi digital dengan nilai-nilai keberlanjutan dan etika bisnis agar mampu menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

"Transformasi digital tidak sekadar mengadopsi teknologi baru, tetapi juga memastikan bahwa inovasi tersebut membawa dampak positif, berkelanjutan, serta memegang teguh etika bisnis," ungkap Dr. Kertati Sumekar.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut dunia bisnis dan institusi pendidikan untuk tidak hanya beradaptasi secara teknis, tetapi juga membangun kesiapan sumber daya manusia.

Kemampuan memanfaatkan teknologi harus berjalan seiring dengan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab, memahami risiko, serta mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan.

"Kita tidak boleh melihat digitalisasi hanya dari sisi efisiensi dan produktivitas. Ada aspek keberlanjutan, tata kelola, dan etika yang harus menjadi bagian dari setiap proses transformasi. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara digital, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap keberlanjutan," jelasnya.

Dr. Kertati menambahkan, forum ICEMA menjadi momentum bagi FEB UMK untuk mempertemukan perspektif akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara dalam merespons perubahan lingkungan bisnis yang semakin kompleks.

"Melalui ICEMA, kami ingin membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang lebih luas. Kami berharap gagasan yang lahir dari konferensi ini tidak berhenti sebagai kajian akademis, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan bisnis, kebijakan, maupun pendidikan di masa mendatang," ujarnya.

Konferensi ini turut dihadiri secara langsung (offline) oleh Guru Besar Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof. Olivia Fachrunnisa, S.E., M.Si., Ph.D., yang menjadi salah satu keynote speaker. Kehadiran Prof. Olivia secara luring memberikan warna dan dinamika tersendiri dalam ruang diskusi, terutama mengenai kesiapan SDM dan strategi kepemimpinan digital di lembaga pendidikan maupun korporasi.

Selain pembicara yang hadir di tempat, konferensi internasional ini juga menghadirkan deretan keynote speaker lintas negara yang bergabung secara daring, di antaranya Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. (Rektor Universitas Muria Kudus – Keynote Address), Prof. Nastase Carmen Eugenia, Ph.D. (Stefan cel Mare University of Suceava, Rumania), Prof. Emeritus Dr. Rushami Zien Yusoff (Universiti Muhammadiyah Malaysia), Dr. Petrus Usmanij (La Trobe Business School, La Trobe University, Australia), serta Noviati Aning Rizki Mustika Sari, Ph.D. (National Cheng Kung University, Taiwan).

Rangkaian acara ICEMA 2026 mencakup presentasi artikel ilmiah dari para akademisi, peneliti, dan praktisi nasional maupun internasional yang terbagi ke dalam berbagai cakupan bidang riset, seperti Artificial Intelligence in Business, Digital Transformation and Innovation, Finance, Marketing, Entrepreneurship, hingga Accounting, Auditing, and Corporate Governance.

Pertukaran gagasan dalam forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran akademis, tetapi juga dapat melahirkan perspektif dan rekomendasi yang relevan bagi dunia usaha, pemerintah, maupun institusi pendidikan.

Kolaborasi lintas negara yang terbangun melalui ICEMA menjadi peluang untuk memperluas jejaring penelitian sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan dunia bisnis yang semakin dinamis.

Dengan mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai latar belakang, ICEMA 2026 juga menjadi ruang strategis bagi FEB UMK untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Integrasi antara kompetensi digital, tata kelola yang baik, keberlanjutan, dan etika diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem bisnis masa depan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga bertanggung jawab.

Melalui ICEMA, UMK menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan jaringan akademis berskala internasional.

Bagi FEB UMK, konferensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan teknologi dan mendorong kolaborasi global.

"Kami ingin FEB UMK tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi perubahan dunia bisnis. Karena itu, kolaborasi internasional, inovasi, dan penguatan nilai-nilai etika akan terus kami dorong," pungkas Dr. Kertati. (*/lia)

Editor : Ali Mustofa
FEB UMK forum ICEMA ekonomi global inovasi digital lembaga pendidikan