Bupati Sam’ani Bidik Investasi Berdampak bagi Kudus

Andika Trisna Saputra • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:24 WIB
HADIR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menghadiri agenda Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8). (DINAS KOMINFO KUDUS UNTUK RADAR KUDUS)
HADIR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menghadiri agenda Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8). (DINAS KOMINFO KUDUS UNTUK RADAR KUDUS)

JAKARTA - Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan komitmennya untuk menarik investasi yang tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas jejaring bersama dunia usaha melalui Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8).

Sam’ani hadir dalam forum tersebut bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton.

CJIBF 2026 menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, pemilik proyek, dan calon investor untuk membuka peluang kerja sama investasi.

Forum yang mengusung tema “Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness” itu menawarkan 19 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan total nilai sekitar Rp 14,9 triliun.

Bagi Sam’ani, keikutsertaan Kudus bukan sekadar untuk mencari investor, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun jejaring dengan pelaku usaha.

“Kami ingin investasi di Kudus terus berkembang dengan tetap memperhatikan kepentiingan masyarakat. Investasi yang masuk diharapkan mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi, menimgkatkan daya saing daerah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sam’ani.

Menurutnya, investasi memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.

Namun, masuknya modal harus diikuti dengan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, Pemkab Kudus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pelayanan yang baik, kemudahan, kepastian, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kita terus membuka ruang kolaborasi. Potensi yang dimiliki Kudus harus dikembangkan dengan investasi yang sehat dan berkelanjutan, sehinga memberikan dampak positif bagi daerah,” lanjutnya.

Sam’ani menilai potensi yang dimiliki Kudus perlu terus dikenalkan kepada dunia usaha.

Dengan terbukanya akses terhadap calon investor, peluang kerja sama dapat semakin luas dan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Investasi yang masuk juga diharapkan mampu memberikan efek berantai terhadap sektor ekonomi lainnya.

Selain menciptakan lapangan pekerjaan, pertumbuhan investasi dapat memperkuat usaha lokal serta meningkatkan daya saing Kudus.

Sam’ani berharap oeluang investasi yang terbuka dapat ditindaklanjuti secara konkret.

Pemkab Kudus akan mendorong investasi yang sesuai dengan potensi daerah, tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, dan mampu menopang pembangunan secara berkelanjutan.

Bagi Pemkab Kudus, investasi bukan semata soal besarnya nilai modal yang masuk.

Lebih jauh, investasi diharapkan menjadi penggerak ekonomi yang mampu menciptakan pekerjaan, memperkuat usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Langkah tersbeut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong investasi berkelanjutan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut CJIBF menjadi momentum mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor secara langsung.

Menurutnya, investasi tetap menjadi salah satu penggerak perekonomian sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dari pemerintah pusat, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen menyampaikan bahwa investasi nasional masih tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Realisasi investasi nasional hingga semester I 2026 mencapai sekitar Rp 1.010 triliun atau tumbuh sekitar 7,1–7,2 persen.

Pemerintah menargetkan realisasi investasi nasional mencapai Rp 1.200 triliun sepanjang 2026.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari menjelaskan, 19 proyek IPRO yang ditawarkan dalam CJIBF telah melalui proses kurasi.

Proyek tersebut disiapkan untuk mempertemukan pemilik proyek dengan investor potensial.

Selain proyek IPRO, peluang investasi juga diarahkan pada sejumlah kawasan ekonomi dan industri strategis di Jawa Tengah. (dik)

Editor : Andika Trisna Saputra
Central Java Investment Business Forum (CJIBF) pemkab kudus gubernur jateng investasi bupati kudus