Dukung Pembelajaran Inklusif, Tim UMK Luncurkan SimaNetra di PPSDSN Pendowo Kudus

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMK meluncurkan SimaNetra.id di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo Kudus.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMK meluncurkan SimaNetra.id di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo Kudus.

KUDUS – Upaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas sensorik netra terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi.

Salah satunya dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muria Kudus (UMK) melalui peluncuran SimaNetra.id di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo Kudus.

Program tersebut dipimpin Dr. Irfai Fathurohman, M.Pd. dari UMK. Tim juga melibatkan Dr. Wawan Shokib Rondli, M.Pd. dari UMK dan Muhammad Sholikhan, M.Kom. dari Universitas STEKOM Semarang.

Lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMK turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Mereka yakni Ahmad Malhan Azzahir, Ananda Aulia Putri, Nanda Dwi Fauziah, Naila Khoirin Priandini, dan Aisyah Hilmiya Al Haqim.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran di luar kampus.

Mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari menyiapkan media dan modul pelatihan, mendampingi penggunaan media audio-kinestetik dan sistem informasi, mengumpulkan data, mendokumentasikan kegiatan, hingga melakukan monitoring dan evaluasi.

SimaNetra merupakan Sistem Informasi Audio Kinestetik Disabilitas Netra yang dikembangkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dan literasi.

Website tersebut dirancang untuk membantu penyandang disabilitas sensorik netra mengakses materi pembelajaran berbasis audio secara lebih mudah.

Platform tersebut dapat diakses melalui http://www.simanetra.id. Selain menyediakan materi audio, sistem ini dikembangkan dengan pendekatan kinestetik dan media taktil agar pengalaman belajar menjadi lebih konkret.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Irfai Fathurohman, M.Pd., mengatakan pengembangan SimaNetra bukan sekadar membuat platform informasi digital.

Sistem tersebut diharapkan menjadi bagian dari inovasi pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan penyandang disabilitas netra.

“Melalui SimaNetra, kami berupaya menghadirkan ruang belajar digital yang semakin mudah diakses oleh penyandang disabilitas netra. Materi tidak hanya disampaikan melalui audio, tetapi juga dikembangkan agar dapat diintegrasikan dengan aktivitas kinestetik dan media taktil sehingga pengalaman belajar menjadi lebih bermakna,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian juga menyerahkan teknologi dan media pembelajaran kepada PPSDSN Pendowo Kudus secara simbolis.

Salah satu media yang diberikan adalah peta dunia Braille. Media ini memungkinkan penerima manfaat mengenali bentuk dan posisi wilayah geografis melalui sentuhan.

Dengan begitu, proses pembelajaran tidak hanya bergantung pada penjelasan verbal. Penerima manfaat juga dapat memperoleh pengalaman belajar melalui sentuhan dan aktivitas kinestetik.

Pengembangan program ini berangkat dari kebutuhan terhadap media pembelajaran literasi yang lebih adaptif. Berdasarkan pemetaan awal, proses pembelajaran literasi di PPSDSN Pendowo Kudus masih cukup banyak menggunakan pendekatan verbal konvensional.

Sementara itu, penggunaan sistem informasi untuk mengelola materi, mendokumentasikan kegiatan pembelajaran, serta mendukung proses belajar masih dapat diperkuat.

Karena itu, program pengabdian difokuskan pada dua hal, yakni meningkatkan kualitas pembelajaran literasi melalui pendekatan audio-kinestetik serta memperkuat tata kelola pembelajaran menggunakan sistem informasi berbasis website.

Kepala PPSDSN Pendowo Kudus, Lita Vokalita, S.ST., M.P.S.Sp., menyambut positif program yang dilakukan tim pengabdian UMK tersebut.

Menurutnya, teknologi yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan penyandang disabilitas netra dapat menjadi alternatif untuk mendukung kegiatan pembelajaran sekaligus membantu meningkatkan kemandirian penerima manfaat.

Ia berharap SimaNetra tidak berhenti setelah diluncurkan. Pengembangan materi dan pendampingan secara berkelanjutan dinilai penting agar sistem tersebut dapat terus digunakan oleh penerima manfaat maupun pendamping di PPSDSN Pendowo Kudus.

Hal senada disampaikan Sandy, salah satu penerima manfaat penyandang disabilitas netra. Ia menilai keberadaan SimaNetra dan media pembelajaran taktil memberikan pengalaman belajar yang lebih mudah diakses.

“SimaNetra membantu kami karena materi dapat didengarkan dan dipelajari dengan lebih mudah. Adanya media seperti peta dunia Braille juga membantu kami memahami materi melalui sentuhan. Kami berharap ke depan materi yang tersedia semakin banyak sehingga SimaNetra bisa terus digunakan untuk belajar,” tutur Sandy.

Program pengabdian tersebut tidak hanya berupa sosialisasi dan peluncuran website. Tim juga menyiapkan pelatihan, praktik penggunaan media audio-kinestetik, pendampingan, serta evaluasi bersama pengelola dan penerima manfaat.

Langkah tersebut dilakukan agar teknologi yang diperkenalkan dapat benar-benar digunakan dan dikembangkan secara mandiri oleh mitra.

Program ini sekaligus menjadi bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta mendukung agenda pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 10 mengenai pengurangan kesenjangan.

Dr. Irfai Fathurohman juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI atas dukungan pendanaan melalui hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026.

Menurutnya, dukungan tersebut membantu perguruan tinggi menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemendiktisaintek atas dukungan pendanaan hibah PKM Tahun 2026. Dukungan ini memungkinkan perguruan tinggi bersama mitra menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung dan memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas sensorik netra,” kata Irfai.

Ke depan, SimaNetra diharapkan dapat berkembang menjadi ekosistem pembelajaran digital yang menggabungkan materi audio, media taktil, dan aktivitas kinestetik.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga pelayanan sosial tersebut diharapkan semakin memperluas akses pembelajaran bagi penyandang disabilitas netra sekaligus memperkuat literasi, inklusi pendidikan, dan kemandirian penerima manfaat. (*)

Editor : Ali Mustofa
SimaNetra pendekatan kinestetik pengabdian masyarakat literasi universitas muria kudus