KUDUS – Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kudus berlangsung meriah.
Setelah upacara di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton turut bergabung dalam flashmob Tari Lajur Caping Kalo.
Tak hanya keduanya, Ketua TP PKK Kudus Endhah Endhayani juga ikut menari. Sejumlah anggota Forkopimda turut larut dalam pertunjukan yang melibatkan sekitar 230 penari tersebut.
Kegiatan itu menjadi salah satu bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan sekaligus menampilkan kekayaan budaya lokal Kudus.
Kehadiran para pimpinan daerah di tengah para penari membuat suasana setelah upacara semakin semarak.
Generasi Muda Punya Peran Penting
Dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut, Bupati Sam’ani mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam meneruskan perjuangan para pahlawan.
Menurutnya, HUT Kemerdekaan tidak semestinya hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan.
Lebih dari itu, peringatan kemerdekaan menjadi pengingat agar masyarakat terus menjaga dan meneruskan semangat perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu bangsa.
“Dengan perjuangan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, kita teruskan semangat-semangat mereka,” ujar Sam’ani.
Ia menilai generasi muda, termasuk Generasi Z dan Generasi Alpha, akan memegang peranan besar dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
Karena itu, anak-anak muda diharapkan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Pendidikan, pengabdian, serta berbagai kegiatan positif dinilai menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.
“Marilah kita isi kemerdekaan ini dengan belajar, dengan pengabdian,” katanya.
Menyiapkan Estafet Menuju Indonesia Emas 2045
Sam’ani menyebut generasi muda saat ini merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
Mereka nantinya akan menerima tongkat estafet kepemimpinan sekaligus meneruskan pembangunan bangsa.
Untuk itu, ia berharap generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai kepedulian dan kemauan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Persiapan sejak dini dinilai penting agar ketika tiba waktunya menerima tanggung jawab kepemimpinan, generasi penerus telah memiliki bekal yang cukup.
Ajak Warga Kudus Peduli Korban Bencana NTT
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani juga menyampaikan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengajak masyarakat Kudus menunjukkan solidaritas dengan membantu warga yang tengah menghadapi musibah.
Rencananya, penggalangan dana akan dilakukan dalam acara pesta rakyat. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana.
“Kami ikut prihatin dan ikut solidaritas. Nanti di malam pesta rakyat kita akan mengumpulkan dana untuk kita kirimkan ke NTT yang kena musibah bencana alam,” jelasnya.
Busana Nusantara Jadi Simbol Persatuan
Ada hal menarik lainnya dalam upacara tersebut. Bupati Sam’ani mengenakan pakaian bernuansa Nusantara yang memadukan unsur budaya Jawa dan Kudus.
Menurutnya, pemilihan busana tersebut bukan sekadar untuk memperkuat nuansa budaya dalam peringatan kemerdekaan.
Pakaian Nusantara juga menjadi simbol persatuan Indonesia yang terdiri atas beragam suku dan budaya.
“Pokoknya pakaian Nusantara. Ini semangat Nusantara, Bhinneka Tunggal Ika, harmoni untuk kita semuanya,” tuturnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kudus kemudian semakin meriah dengan penampilan pencak silat.
Pertunjukan tersebut menjadi penutup sekaligus menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan di Kabupaten Kudus. (san)
Editor : Ali Mustofa