ITEKES Cendekia Utama Kudus dan UMKU Bersinergi, Dorong Posyandu Makin Optimal Pantau Tumbuh Kembang Anak

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:50 WIB
ITEKES Cendekia Utama Kudus dan UMKU berkolaborasi perkuat ekonomi posyandu.
ITEKES Cendekia Utama Kudus dan UMKU berkolaborasi perkuat ekonomi posyandu.

KUDUS - Institut Teknologi Kesehatan (ITEKES) Cendekia Utama Kudus berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Berkelanjutan Implementasi Stimulasi Tumbuh Kembang Anak serta Penguatan Ekonomi Posyandu Qoryah Thoyyibah Aisyiyah.”

Kegiatan tersebut diusulkan dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), dan memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek).

Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Posyandu sebagai salah satu pusat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Adapun dosen ITEKES Cendekia Utama Kudus yang terlibat adalah Ns. Biyanti Dwi Winarsih, M.Kep dan Dr. Eko Prasetyo, M.Kes. Kemudian ada Yunus Mustaqim, S.Ey.,M.Ey seorang dosen dari UMKU.

Pelaksanaan program PKM ini diarahkan pada peningkatan kapasitas kader Posyandu Qoryah Thoyyibah Aisyiyah dalam melaksanakan stimulasi, pemantauan, serta deteksi dini tumbuh kembang anak, khususnya di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kader tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam pelayanan Posyandu.

Melalui program ini, para kader mendapatkan penguatan pemahaman mengenai konsep pertumbuhan dan perkembangan anak, tahapan perkembangan sesuai usia, stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak, serta pentingnya keterlibatan orang tua dalam memberikan stimulasi secara optimal di lingkungan keluarga.

Pendampingan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang dan memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya stimulasi sejak dini dengan bantuan aplikasi deteksi perkembangan KPSP DigiCare yang memudahkan kader untuk melakukan skrining perkembangan anak.

Dengan demikian, Posyandu diharapkan mampu menjadi mitra strategis keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain aspek kesehatan anak, program pengabdian ini memberikan perhatian terhadap penguatan ekonomi Posyandu.

Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas kader dalam mengembangkan potensi dan sumber daya yang dimiliki Posyandu sehingga dapat mendukung keberlanjutan kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Pendekatan pemberdayaan dilakukan dengan menggali potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif serta memberikan pendampingan dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian Posyandu sekaligus memberikan nilai tambah bagi kader dan masyarakat di sekitarnya.

Konsep ini menempatkan Posyandu tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang mampu mengembangkan berbagai potensi lokal secara berkelanjutan.

Kolaborasi lintas perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan model pendampingan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Pendekatan multidisiplin memungkinkan permasalahan yang dihadapi mitra dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih menyeluruh, baik dari aspek kesehatan maupun aspek pemberdayaan ekonomi.

Tim pelaksana juga mendorong keterlibatan aktif kader Posyandu, orang tua, serta masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan.

Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu kunci penting agar program dapat memberikan dampak nyata dan dapat dilanjutkan secara mandiri setelah periode pendanaan program berakhir.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian kader Posyandu Qoryah Thoyyibah Aisyiyah.

Kader diharapkan semakin percaya diri dalam memberikan edukasi kepada orang tua, melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, serta mengembangkan kegiatan Posyandu yang produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan dan sosial secara partisipatif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun Posyandu yang semakin aktif, mandiri, produktif, dan berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Ali Mustofa
ITEKES Cendekia Utama Kudus program PKM posyandu universitas muhammadiyah kudus