Garuda Pertiwi U-16 Hantam Malaysia 3-0, Kado Manis HUT ke-81 RI dan Lolos ke Semifinal

Galih Erlambang Wiradinata • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 07:52 WIB
RAYAKAN: Pemain Garuda Pertiwi Jazln berselebrasi setelah membobol gawang lawan. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)
RAYAKAN: Pemain Garuda Pertiwi Jazln berselebrasi setelah membobol gawang lawan. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)

KUDUS - Timnas putri U-16 Indonesia, Garuda Pertiwi, berhasil mempersembahkan kado manis untuk HUT ke-81 Republik Indonesia. Garuda Pertiwi menang telak atas Malaysia U-16 di Supersoccer Arena, Minggu (16/8), pada turnamen Srikandi Merdeka Cup dengan skor akhir 3-0.

Dengan hasil itu, Garuda Pertiwi memperoleh enam poin dan memuncaki klasemen sementara Grup A. Hasil tersebut memastikan Garuda Pertiwi lolos ke babak semifinal. Di laga terakhir melawan Hong Kong, Garuda Pertiwi hanya cukup bermain imbang.

Jalannya babak pertama, Garuda Pertiwi mengambil inisiatif menyerang. Mereka tampil positif di hadapan tuan rumah.

Keysa sebagai motor serangan berupaya membangun serangan dan mencetak gol. Terbukti, kombinasi Keysa dan Fadilla merepotkan tim Malaysia.

Pada menit ke-12, Fadilla mampu memanfaatkan peluang tersebut. Ia yang menerima umpan dari rekannya mampu melewati kiper Malaysia dan mencetak gol. Garuda Pertiwi unggul 1-0.

Berselang beberapa menit kemudian, giliran Keysa menciptakan peluang. Namun, sepakannya melebar ke sisi gawang Malaysia.

Menjelang menit akhir babak pertama, Indonesia kembali menciptakan peluang. Kemelut di depan gawang membuat Fadilla bertabrakan dengan kiper lawan hingga terjatuh. Wasit kemudian mengecek VAR dan memutuskan memberikan hadiah penalti untuk Indonesia.

Jazlyn dengan tenang mengeksekusi tendangan penalti tersebut. Gol itu membuat Garuda Pertiwi unggul 2-0 dan menutup babak pertama dengan keunggulan.

Di babak kedua, jalannya pertandingan tak banyak berubah. Aliran serangan masih lebih banyak mengarah ke gawang Malaysia. Di sisi lain, Malaysia mulai berani bermain terbuka dan keluar menyerang.

Hasilnya, beberapa peluang tercipta meski belum memberikan ancaman berarti bagi Alleana Ayu Arumy, kiper Garuda Pertiwi.

Pada menit ke-80, Nafeeza Ayasha Nori mencatatkan namanya di daftar pencetak gol ketiga Garuda Pertiwi lewat skema bola mati.

Bertindak sebagai eksekutor tendangan sudut dari sisi kanan gawang lawan, tendangan melengkung kaki kirinya sukses mendarat mulus ke tiang jauh gawang Malaysia yang dijaga Putri Aina Husna binti Mohd Subri.

Dengan hasil ini, Garuda Pertiwi makin mantap di puncak klasemen Grup A dengan perolehan enam poin hasil dari dua kemenangan.

Di partai terakhir, mereka hanya membutuhkan hasil imbang melawan Hong Kong, China, untuk lolos ke semifinal sebagai juara grup.

Pelatih Kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, mengatakan kemenangan atas Malaysia merupakan kado istimewa dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Terlebih, Malaysia juga termasuk tim kuat dan memiliki beberapa pemain yang menonjol. Namun, kemenangan ini tak lantas membuat Coach Timo luput dari sisi-sisi yang harus diperbaiki untuk menghadapi laga berikutnya.

Dia mengingatkan pemain agar bisa lebih tenang. Menurutnya, tim tidak bisa menunggu hingga 30 menit pertandingan hanya untuk menemukan bentuk permainan.

“Itu sesuatu yang mereka harus belajar, belajar mengatasi ketegangan di menit-menit pertama. Sama kami juga harus jaga euforia karena sudah memastikan lolos. Mereka harus belajar untuk tetap fokus pada pertandingan berikutnya,” katanya.

Sementara itu, midfielder Garuda Pertiwi, Nafeeza Ayasha Nori, bangga bisa ikut berperan membawa tim meraih tiga angka penuh.

Turut menyumbang satu gol lewat set piece dari sepak pojok, pemain bernomor 10 itu menilai gol yang ia buat ke gawang Malaysia merupakan kombinasi latihan intensif dengan sedikit faktor keberuntungan.

“Jujur, saya nggak nyangka bisa cetak gol dari corner. Dari awal saya cuma mau umpan lambung, tapi ternyata Tuhan kasih keberuntungan ke aku, bolanya berbelok dan masuk ke gawang,” ucapnya.

Di sisi lain, Pelatih Kepala Malaysia, Fairuz Montana bin Zainal Abidin, tak bisa menutupi rasa kecewa setelah timnya kalah dalam pertandingan tersebut.

Padahal, ia sempat optimistis bisa mengatasi perlawanan Garuda Pertiwi. Meski begitu, Montana tetap melihat sisi positif dari anak asuhnya selama menjalani dua pertandingan di Srikandi Merdeka Cup.

“Mungkin keberuntungan belum memihak kami malam ini. Ternyata tim Garuda Pertiwi merupakan lawan yang berat bagi kami,” ungkapnya. (gal/mah)

Editor : Mahendra Aditya
Srikandi Merdeka Cup Timnas Putri U-16 Garuda Pertiwi U-16 Indonesia U-16 indonesia vs malaysia