DAWE – Rencana penyelenggaraan 76 Ultimate Downhill Series 2 di Sirkuit Bike Park Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, pada 21–23 Agustus 2026 ditunda.
Kepastian itu disampaikan Indonesian Downhill (IDH) melalui akun Instagram resminya.
Dalam pengumumannya, IDH menyebut Downhill Series 2 di Ternadi ditunda hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara agenda yang semula menjadi Series 3 di Arjuno Park pada 16–18 Oktober 2026 kini ditetapkan sebagai Series 2.
Adapun lokasi dan jadwal Series 3 berikutnya masih menunggu pengumuman.
Penundaan tersebut sempat memunculkan isu mengenai persoalan perizinan dan kompensasi di tingkat desa.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan Pemkab Kudus akan melakukan mediasi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan.
Menurutnya, event downhill memiliki dampak terhadap pengembangan sport tourism di Kabupaten Kudus.
"Downhill ini juga akan meningkatkan sport tourism yang ada di Kabupaten Kudus. Kita adakan mediasi dan komunikasi," ujar Sam'ani.
Ia menyebut Camat Dawe telah diminta melakukan komunikasi dengan pihak desa.
Jika diperlukan, koordinasi akan dilanjutkan oleh Sekda dengan pihak sponsor.
Terkait isu kompensasi, Sam'ani menilai pemerintah desa dapat mengajukan usulan, tetapi pemberiannya tetap menyesuaikan kemampuan pihak penyelenggara.
"Kompensasi kan boleh mengajukan, tapi yang memberikan terserah kemampuannya. Harus bijak," katanya.
Sam'ani juga menegaskan Pemkab berupaya agar event tersebut tetap dapat digelar.
"Kita usahakan. Kita komunikasi. Kita lakukan intervensi dalam rangka kebaikan, bukan intervensi pemaksaan," ujarnya.
Sekda Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengatakan pihaknya baru mengetahui persoalan tersebut pada Kamis (13/8).
Setelah itu, Pemkab menugaskan Camat Dawe untuk melakukan klarifikasi.
Eko menyayangkan penundaan tersebut karena downhill dinilai memberikan dampak positif terhadap sport tourism, UMKM, penginapan, dan perekonomian masyarakat sekitar.
"Ini kan sport tourism yang baru kita galakkan. Dampak sport tourism itu kan banyak. UMKM, penginapan, di sana juga," katanya.
Eko menambahkan, Pemkab tidak mengetahui adanya proposal resmi terkait penyelenggaraan event tersebut.
Ia berharap penyelenggara kegiatan di Kudus dapat berkomunikasi dengan pemerintah daerah sejak awal.
"Kalau ada hambatan di lapangan, kami bisa bantu," ujarnya.
Menurut Eko, persoalan tersebut berkaitan dengan komunikasi antara pihak desa, penyelenggara, dan vendor.
Ia menyebut Pemkab telah mengonfirmasi kepada pihak Djarum yang mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut.
Pemkab kemudian mendorong agar seluruh pihak melakukan pembahasan untuk kemungkinan penjadwalan ulang.
"Kami ajak rembukan untuk bisa di-reschedule," kata Eko.
Kepala Desa Ternadi Arik Wahono mengatakan penundaan terjadi akibat miskomunikasi dan kekeliruan dalam penulisan surat yang dikirimkan kepada penyelenggara dan sponsor.
"Ada dua vendor di kegiatan ini, pertama vendor dari penyelenggara yakni IDH, kemudian vendor yang mengerjakan sirkuit dan jalur lintasan peserta," jelas Arik, Jumat (14/8).
Arik menjelaskan, pemerintah desa sebelumnya mengusulkan perbaikan jalur menuju Wana Wisata Ternadi yang menjadi bagian dari lintasan downhill.
Usulan tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setelah event selesai.
"Dari desa menghendaki adanya perbaikan jalur sehingga setelah kegiatan selesai, masyarakat masih bisa memanfaatkannya untuk aktivitas ekonomi dan wisata," katanya.
Terkait isu permintaan kompensasi Rp 100 juta, Arik membantahnya.
Ia mengatakan desa hanya menginginkan adanya kontribusi dari kegiatan yang dapat masuk ke kas desa untuk pemeliharaan jalur.
"Selama ini hanya diserahkan kepada pihak ketiga sehingga tidak masuk ke kas desa. Padahal kegiatan ini sudah berjalan selama 10 tahun sejak 2016," jelasnya.
Arik juga mengakui adanya kekeliruan pada kolom "Perihal" surat sebelumnya yang tertulis penolakan permohonan perizinan.
"Format surat yang kami dapat seperti itu, kemudian kami kirimkan kepada pihak penyelenggara dan sponsor. Padahal yang seharusnya tertulis adalah penundaan," terangnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Ternadi telah menggelar musyawarah dan menyiapkan surat susulan kepada IDH serta sponsor.
Surat tersebut berisi klarifikasi atas kekeliruan sekaligus permohonan agar penyelenggaraan downhill tetap dapat dilanjutkan.
Arik berharap surat susulan tersebut dapat diterima penyelenggara sehingga ajang downhill tetap berlangsung di Ternadi, meski jadwalnya kemungkinan berubah.
"Meskipun keputusan ada di pihak mereka, kami berharap surat susulan ini bisa diterima dan ajang Downhill di Ternadi tetap diselenggarakan," ungkapnya. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra