KUDUS – Sebanyak 50 guru sekolah dasar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan pelatihan dasar skrining mata sebagai upaya mendeteksi secara dini gangguan penglihatan pada siswa guna mencegah terjadinya kebutaan.
Pelatihan tersebut membantu guru menemukan siswa yang mengalami masalah ketajaman penglihatan sehingga dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis guna mencegah gangguan penglihatan yang lebih serius hingga kebutaan.
Direktur RS Mardi Rahayu Kudus dr. Pujianto, mengatakan kegiatan pelatihan skrining mata ini berkolaborasi dengan Rotary Club Kudus. Ia mengatakan pelatihan untuk sementara diberikan kepada guru SD di wilayah binaan Puskesmas Wergu, Kecamatan Kota.
”Mereka dilatih agar bisa melakukan skrining ketajaman penglihatan mata anak-anak SD, sehingga pencegahan kebutaan bisa dilakukan sejak awal dan mendapatkan penanganan yang tepat,” jelasnya.
Selain memberikan pelatihan, juga berencana memberikan bantuan kacamata secara gratis kepada siswa dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan. Sedangkan, pemeriksaan dilakukan menggunakan mobil klinik milik Rotary yang didatangkan dari Semarang dengan melibatkan Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dan Puskesmas setempat.
Gangguan penglihatan tersebut, katanya, dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Anak yang kesulitan melihat tulisan di papan maupun buku dapat mengalami penurunan konsentrasi dan akhirnya menjadi kurang bersemangat belajar.
Paling sering ditemukan, lanjut dr. Pujianto, berkaitan dengan kelainan refraksi seperti mata minus maupun plus yang dapat ditangani dengan penggunaan kacamata.
”Kalau mereka tidak bisa melihat dengan baik, mereka malas belajar. Kalau biasanya punya kelainan mata, mereka harus membaca dekat sehingga sering kali malas dan menyebabkan mereka malas belajar,” jelasnya.
Ia menambahkan penggunaan gawai juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan mata anak.
Dalam pelatihan tersebut, guru diberikan pemahaman mengenai cara melakukan skrining sederhana menggunakan Kartu Snellen yang berisi huruf dengan berbagai ukuran, skrining dapat dilakukan secara rutin apabila terdapat siswa yang dicurigai mengalami gangguan penglihatan.
Presiden Rotary Club Kudus Paulus Rawuh, mengatakan RS Mardi Rahayu siap mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menekan angka gangguan refraksi maupun masalah ketajaman penglihatan pada anak.
”Deteksi dini ini sangat penting, apalagi diketahui bersama sekarang ini sudah terjadi tsunami informasi melalui gadget. Cara membaca yang baik, memegang HP, saya kira nanti juga akan disampaikan supaya bukan hanya deteksi dini, tetapi juga pencegahan gangguan ketajaman penglihatan,” katanya.
Masrimah, guru SD 2 Mlati Lor mengapresiasi adanya pelatihan ini, karena bermanfaat bagi guru dan anak, karena selama ini banyak siswa yang mengaku sulit melihat tulisan dari tempat duduk paling belakang.(san)
Editor : Ali Mustofa