DAWE – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, resmi ditutup, Kamis (13/8).
Selama satu bulan pelaksanaan, seluruh sasaran fisik maupun nonfisik yang telah ditetapkan berhasil dituntaskan.
Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendukung pelaksanaan TMMD.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bupati dan seluruh Forkopimda serta kepala dinas terkait. TMMD ini sudah ditutup setelah berlangsung selama satu bulan penuh. Target fisik dan nonfisik sudah tercapai,” ujarnya.
Salah satu sasaran utama program tersebut yakni pembangunan jalan beton sepanjang 450 meter dengan lebar tiga meter dan ketebalan 15 sentimeter.
Jalan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan kegiatan ekonomi warga.
TMMD Sengkuyung Tahap III berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Program tersebut mendapat dukungan anggaran sebesar Rp 593 juta, yang berasal dari APBD Kabupaten Kudus sebesar Rp 346 juta dan APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 247 juta.
Selain pembangunan infrastruktur, pelaksanaan TMMD juga menyasar peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan nonfisik.
Di antaranya penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, psikologi, pertanian, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut.
Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
“Kami juga melibatkan adik-adik mahasiswa yang sedang KKN di sini. Mereka menyalurkan keilmuan yang dimiliki kepada masyarakat,” kata Yuusufa.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam TMMD menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun TNI.
Kolaborasi dengan masyarakat, mahasiswa, dan perangkat daerah diperlukan agar program yang dijalankan memberikan manfaat lebih luas.
Di luar lokasi utama TMMD Rejosari, Kodim 0722/Kudus juga menjalankan sejumlah program unggulan Pangdam IV/Diponegoro, salah satunya Manunggal Air.
Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat di wilayah yang menghadapi persoalan keterbatasan air bersih, khususnya menjelang musim kemarau panjang.
Yuusufa menyebut sejumlah wilayah yang menjadi sasaran program Manunggal Air di antaranya Undaan, Getasrabi, Menawan, dan Panjang.
Meski tidak berada di lokasi TMMD Rejosari, program tersebut tetap menjadi bagian dari kontribusi TNI dalam mendukung pemerintah daerah menghadapi ancaman kekeringan.
“Memang tidak di sini lokasinya. Ada di beberapa daerah yang menjadi sasaran program, seperti Undaan, Getasrabi, Menawan, dan Panjang. Itu dalam rangka mendukung Pemkab Kudus menghadapi kemarau panjang,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
Selain pembangunan sarana air, Kodim juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan suplai air dapat diberikan kepada desa-desa yang mengalami kekeringan.
“Kami juga sudah bekerja sama dengan dinas terkait untuk menyuplai air di desa-desa yang mengalami kekeringan,” imbuhnya.
Penutupan TMMD sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan selama 30 hari di Desa Rejosari.
Namun, hasil pembangunan dan berbagai program pemberdayaan yang telah dilakukan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan memberikan dampak bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Ia menambahkan dengan selesainya pembangunan jalan dan berbagai kegiatan nonfisik tersebut, TMMD diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembangunan semata.
Program itu juga menjadi sarana memperkuat gotong royong, ketahanan masyarakat, serta sinergi antara TNI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan warga dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra