Srikandi Merdeka Cup 2026 Digelar, Pemkab Kudus Ingatkan Pelaku Usaha Soal Harga

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:40 WIB
MENYAMBUT: Mural dukungan untuk penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 di salah satu sisi Kota Kudus. (Instagram Srikandi Merdeka Cup)
MENYAMBUT: Mural dukungan untuk penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 di salah satu sisi Kota Kudus. (Instagram Srikandi Merdeka Cup)

KUDUS – Gelaran turnamen sepak bola putri internasional Srikandi Merdeka Cup 2026 semakin dekat.

Pemerintah Kabupaten Kudus mengajak seluruh pelaku usaha untuk menyambut kedatangan peserta dan tamu dari berbagai negara dengan memberikan pelayanan terbaik, termasuk menjaga harga barang maupun jasa agar tetap wajar.

Turnamen sepak bola putri kategori usia U-16 tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14-23 Agustus 2026 di SuperSoccer Arena (SSA) Kudus.

Sebanyak tujuh negara dijadwalkan ambil bagian, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Yordania, dan Arab Saudi.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menilai kehadiran pemain, ofisial, pendamping, hingga suporter dari berbagai negara menjadi kesempatan strategis bagi Kudus untuk memperkenalkan potensi daerah ke tingkat internasional.

Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan dan koordinasi agar penyelenggaraan turnamen berjalan lancar.

Masyarakat juga diharapkan ikut menciptakan suasana yang ramah dan nyaman bagi para tamu selama berada di Kudus.

Momentum tersebut, lanjut Sam’ani, dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan beragam potensi daerah.

Mulai dari kuliner khas, produk lokal, hingga keramahan masyarakat Kudus dapat menjadi bagian dari pengalaman yang dibawa para tamu ketika kembali ke negara masing-masing.

Selain keramahan, kebersihan dan kualitas pelayanan juga menjadi perhatian.

Sam’ani meminta masyarakat serta pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang makanan dan minuman, untuk menjaga kebersihan, kesehatan, serta higienitas produk yang disajikan.

Hal tersebut dinilai penting karena pengalaman para tamu selama berada di Kudus akan turut membentuk citra daerah.

Kesan positif yang mereka dapatkan berpotensi menjadi promosi secara tidak langsung ketika mereka kembali ke negara asal.

Sam’ani berharap Srikandi Merdeka Cup 2026 dapat menjadi media promosi bagi Kudus tanpa harus mengeluarkan anggaran besar.

Jika para tamu mendapatkan pengalaman yang baik, peluang mereka untuk kembali berkunjung sekaligus mengenalkan Kudus kepada orang lain akan semakin terbuka.

Namun, di balik peluang tersebut, Pemkab Kudus juga memberikan perhatian terhadap kemungkinan adanya pelaku usaha yang menaikkan harga secara sepihak selama turnamen berlangsung.

Menurut Sam’ani, praktik menaikkan harga barang maupun jasa secara tidak wajar justru dapat memberikan kesan buruk kepada tamu internasional.

Hal itu berpotensi mengganggu citra Kudus yang sedang berusaha memberikan pelayanan terbaik selama penyelenggaraan turnamen.

Untuk mengantisipasinya, Pemkab Kudus meminta Dinas Perdagangan memastikan pelaku usaha mencantumkan daftar harga secara jelas.

Dengan demikian, konsumen dapat mengetahui harga sebelum melakukan transaksi.

Sam’ani menegaskan bahwa harga barang dan jasa harus tercantum dalam daftar dan tidak boleh dinaikkan secara berlebihan hanya karena adanya momentum turnamen internasional.

“Harga harus sudah tertera di dalam daftar. Tidak boleh ada yang menaikkan harga secara tidak wajar,” tegasnya. 

Pemkab Kudus juga akan berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kudus.

Koordinasi tersebut dilakukan agar pelaku usaha hotel dan restoran tetap memberikan tarif yang wajar serta tidak mengambil keuntungan secara berlebihan dari kedatangan peserta dan tamu turnamen.

“Janganlah menaikkan harga seenaknya. Justru kalau bisa beri diskon,” imbaunya.

Sam’ani bahkan mengimbau pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan memberikan pelayanan dan penawaran terbaik.

Menurutnya, memberikan harga bersahabat, bahkan diskon jika memungkinkan, justru dapat meninggalkan kesan positif bagi para tamu.

Dengan demikian, Srikandi Merdeka Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola putri internasional, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Kudus untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menunjukkan keramahan masyarakat kepada dunia. (gal)

Editor : Ali Mustofa
Srikandi Merdeka Cup sepak bola putri pelaku usaha pemkab kudus Super Soccer Arena