Kader Diminta Jemput Gagasan Akar Rumput, Begini Alasannya!

Andika Trisna Saputra • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:44 WIB
SIMBOLIS: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Andra Bani Sagalane memotong nasi tumpeng sebagai pembukaan acara secara simbolis, Senin (10/8) petang. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
SIMBOLIS: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Andra Bani Sagalane memotong nasi tumpeng sebagai pembukaan acara secara simbolis, Senin (10/8) petang. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KALIWUNGU – Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kudus didorong tidak hanya memperkuat struktur internal, tetapi juga aktif turun ke masyarakat untuk menjaring gagasan dari akar rumput.

Masukan tersebut dinilai penting sebagai bekal partai menghadapi berbagai persoalan masyarakat sekaligus mempersiapkan diri menuju Pemilu 2029.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Andra Bani Sagalane, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026 sekaligus Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PAN se-Kabupaten Kudus, Senin (10/8).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu berlangsung di Ballroom Padhmaya Sapphire Boutique Hotel, Kudus.

Agenda tersebut diikuti jajaran pengurus serta KSB DPC PAN se-Kabupaten Kudus dan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-28 PAN.

Dalam kesempatan tersebut, Andra mengingatkan kader mengenai fungsi partai politik sebagai sarana memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, menjadi kader tidak semestinya hanya berorientasi pada perolehan jabatan politik.

Ia menegaskan, ketika seorang kader belum mendapatkan posisi politik, perjuangan melalui partai tetap harus berjalan.

“Kalau kita gak bisa dapat semua, jangan tinggalin semua. Artinya kalau kita gak bisa jadi pejabat, jangan tinggalin partai,” ujar Andra.

Menurutnya, partai memiliki ruang untuk menyalurkan aspirasi masyarakat, baik melalui kader yang duduk di lembaga legislatif maupun melalui pemerintahan.

Karena itu, perjuangan politik tidak boleh berhenti ketika seorang kader belum memperoleh jabatan.

Andra juga mendorong PAN menjadi partai yang terbuka serta mampu merangkul berbagai kelompok masyarakat.

Ia mengibaratkan PAN seperti matahari yang memberikan cahaya kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.

“Matahari selalu menyinari, matahari tidak pernah pandang bulu. Memberikan sinarnya kepada seluruh rakyat,” katanya.

Lebih jauh, Andra meminta kader PAN tidak hanya berkomunikasi dengan kalangan internal partai.

Kader perlu memperluas jejaring dengan mendatangi para kiai, ustaz, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seniman, pengusaha, hingga berbagai kelompok masyarakat di tingkat akar rumput.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendapatkan gagasan yang benar-benar lahir dari persoalan masyarakat.

Menurut Andra, Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia, tetapi masih membutuhkan lebih banyak ide untuk menjawab berbagai tantangan.

“Sekarang di negara kita yang kurang itu stok ide. Kalau stok orang banyak sekali. Mungkin ide-ide itu ada di bawah, di akar rumput,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta kader tidak hanya datang kepada masyarakat ketika membutuhkan dukungan politik.

Sebaliknya, kader harus hadir secara konsisten, mendengar keluhan, menyerap gagasan, kemudian membawa aspirasi tersebut ke ruang pengambilan kebijakan.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kudus Endang Kursistiyani menegaskan penguatan struktur partai hingga tingkat ranting menjadi salah satu pekerjaan utama PAN Kudus dalam mempersiapkan Pemilu 2029.

Menurutnya, kader di tingkat bawah merupakan ujung tombak partai karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Kita harus bekerja keras lagi, terutama penguatan struktur PAN di tingkat ranting. Karena saudara-saudara semua adalah garda terdepan, grassroot kita,” ujar Endang.

Endang juga mengingatkan seluruh kader untuk memegang komitmen PAN, yakni “Bantu Rakyat”.

Menurutnya, keberadaan kader harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Bantuan tersebut, lanjutnya, tidak harus selalu berupa program besar.

Setiap kader dapat berbuat sesuai kemampuan dengan melihat kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

“Jangan pernah sakiti rakyat. Berbuat apa pun, sedikit apa pun yang bermanfaat untuk rakyat di tempat saudara berada,” tegasnya.

Selain memperkuat struktur, Endang meminta kader memperbaiki komunikasi dan kembali merangkul kader-kader lama.

Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat basis partai dari tingkat bawah.

Saat ini, PAN Kudus memiliki sembilan cabang yang tersebar dalam empat daerah pemilihan (dapil).

Namun, menurut Endang, keterwakilan partai masih baru terisi di tiga dapil.

Karena itu, kerja politik sejak sekarang dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan capaian PAN pada Pemilu 2029.

“Kita harus bekerja keras. Apa yang kita dapatkan di 2029 adalah hasil kerja keras kita,” katanya.

Di sisi lain, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menilai PAN Kudus memiliki potensi untuk menjadi salah satu partai yang diperhitungkan di Kabupaten Kudus.

Ia menyebut capaian pasangan Sam’ani-Bellinda pada Pilkada sebelumnya menjadi salah satu modal untuk memperkuat konsolidasi politik.

Sam’ani menyebut pasangan tersebut meraih kemenangan di delapan dari sembilan kecamatan.

Capaian itu, menurutnya, dapat menjadi pijakan untuk terus membangun komunikasi dan memperluas dukungan masyarakat.

Ia pun meminta kader PAN tidak membatasi diri pada kelompok tertentu.

Seluruh elemen masyarakat perlu dirangkul agar PAN benar-benar dapat menjadi rumah bersama.

“Satu wadah, satu rumah, yaitu PAN. PAN tidak hanya harapan, tetapi juga memberi kenyataan. Kenyataan untuk berbakti kepada masyarakat, bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat dan hadir,” katanya.

Sam’ani juga meminta PAN ikut mengawal berbagai program Pemerintah Kabupaten Kudus yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Di antaranya program tunjangan kesejahteraan sebesar Rp 1 juta per bulan bagi sekitar 9.000 guru swasta.

Selain itu, terdapat dukungan token listrik bagi masjid dan musala serta program perlindungan pekerja rentan yang menyasar sekitar 32.000 orang.

Menurut Sam’ani, kader partai dapat berperan dalam memastikan program-program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah dan warga.

Ia menegaskan konsolidasi politik perlu dilakukan sejak sekarang.

Tahun 2027 dinilai menjadi momentum pemanasan sebelum memasuki rangkaian tahapan politik menuju Pemilu 2029.

Karena itu, Rakerda dan Muscab PAN Kudus diharapkan tidak berhenti sebagai agenda organisasi.

Forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat struktur, menghidupkan kembali komunikasi dengan kader dan masyarakat.

Sekaligus mengumpulkan gagasan dari akar rumput sebagai bahan perjuangan politik PAN ke depan. (dik)

Editor : Andika Trisna Saputra
muscab pan Rakerda partai amanat nasinonal pan Kudus