JEKULO – Menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang sehat.
Kesadaran tersebut terus didorong melalui Aksi Resik dan Sehat (SIKAT) yang digelar Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Kudus dan pemerintah desa.
Aksi SIKAT kali ini berlangsung di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Minggu (9/8).
Berpusat di Balai Desa Klaling, kegiatan tersebut dikemas dengan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Sejak pagi, suasana di lokasi kegiatan terlihat meriah.
Warga mengikuti senam massal dan jalan santai yang sekaligus diisi dengan aksi pungut sampah di sepanjang rute.
Aktivitas tersebut menjadi bentuk nyata ajakan kepada masyarakat untuk tidak hanya memahami pentingnya kebersihan, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dalam lingkungan tempat tinggal.
Tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, Aksi SIKAT juga menghadirkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan aktivitas keluarga.
Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan Posyandu, permainan anak-anak hingga donor darah.
Kegiatan tersebut membuat SIKAT menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat sekaligus sarana edukasi mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation, David Setiadi, mengatakan SIKAT dirancang sebagai gerakan kolaboratif dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“SIKAT yang kami laksanakan di desa-desa Kabupaten Kudus tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya. Tahun ini kami menyasar empat desa, yaitu Wonosoco, Gribig, Mejobo dan Klaling,” ujar David.
Menurutnya, persoalan kebersihan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
Diperlukan kesadaran dan keterlibatan masyarakat agar lingkungan yang bersih dan sehat dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
“Melalui SIKAT, kami ingin mengajak masyarakat memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama,” imbuhnya.
Untuk meningkatkan partisipasi warga, kegiatan SIKAT dikemas dengan memadukan unsur kebersihan, kesehatan dan hiburan keluarga.
Selain senam massal serta jalan sehat sambil memungut sampah, rangkaian program juga mencakup lomba 3R (Rapi, Resik, Ringkas) antar-RT, pemeriksaan Posyandu, cek kesehatan gratis, perlombaan anak-anak hingga donor darah.
David mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat agar pesan mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan dapat diterima seluruh lapisan masyarakat.
“Untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat, SIKAT menghadirkan berbagai kegiatan yang relevan dan melibatkan seluruh warga. Mulai lomba 3R antar-RT, gerak jalan sehat sambil memungut sampah, senam sehat, perlombaan anak-anak hingga pemeriksaan Posyandu,” jelasnya.
Program SIKAT pada 2026 dilaksanakan di empat desa.
Rangkaian kegiatan diawali di Desa Wonosoco pada 19 Juli, kemudian Desa Gribig pada 26 Juli, Desa Mejobo pada 2 Agustus, dan berlanjut di Desa Klaling pada 9 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan kelanjutan kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada 2025 di lima desa lainnya di Kabupaten Kudus.
Komitmen Bakti Sosial Djarum Foundation dalam mendukung kesehatan masyarakat Kudus juga diwujudkan melalui program “Belanja Pinter Gizine Bener” bagi para karyawan.
Pada 2026, program tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi, yakni SKT Blolo, SKT Besito, SKT Tanjungkarang 1, SKT Tanjungkarang 2 dan SKT Garung.
Kegiatan yang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Keluarga Sehat (FKS) 2026.
Festival Keluarga Sehat dijadwalkan berlangsung pada 29-30 Agustus 2026 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
David menambahkan, masyarakat yang menghadiri FKS nantinya dapat memperoleh berbagai layanan kesehatan dan edukasi.
“Selama kegiatan berlangsung, peserta dapat mengakses pemeriksaan kesehatan dan konsultasi langsung dengan dokter, dokter spesialis, maupun psikolog,” katanya.
Selain layanan kesehatan, FKS 2026 juga akan menghadirkan Jalan Keluarga Sehat Parade Gizi Hebat yang dapat diikuti masyarakat.
Kegiatan tersebut turut disiapkan dengan berbagai hadiah menarik.
Untuk menambah kemeriahan, panitia juga menyiapkan pertunjukan wayang humor Teater Djarum serta pertunjukan musik.
Rangkaian Aksi SIKAT, program Belanja Pinter Gizine Bener dan Festival Keluarga Sehat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat Kudus mengenai pentingnya lingkungan bersih, pola hidup sehat dan pemenuhan gizi keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Abdul Hakam, mengapresiasi pelaksanaan Aksi SIKAT.
Menurutnya, perpaduan antara gerakan kebersihan lingkungan dengan layanan dan edukasi kesehatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Abdul Hakam menilai keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung program kesehatan pemerintah daerah.
“Kegiatan seperti SIKAT ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mewujudkan kebersihan lingkungan sekaligus mendukung upaya penurunan stunting,” ujar Abdul Hakam.
Ia menjelaskan, lingkungan yang bersih dan sehat dapat menciptakan kondisi yang lebih baik bagi kesehatan keluarga.
Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan perlu dibangun dari lingkungan paling kecil, mulai dari rumah hingga lingkungan desa.
Selain faktor lingkungan, pemenuhan kebutuhan gizi keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah stunting.
Karena itu, gerakan kebersihan yang dibarengi edukasi kesehatan dinilai dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencegahan stunting di Kabupaten Kudus.
Ia berharap, melalui keterlibatan masyarakat secara langsung, gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan yang bersih, keluarga yang sehat dan pemenuhan gizi yang baik dapat menjadi bagian dari budaya masyarakat sekaligus memperkuat upaya bersama dalam mencegah stunting di Kabupaten Kudus. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra