Innalillahi... Pekerja PG Rendeng Kudus Meninghal Dunia Tertimpa Pengangkat Tebu, Begini Kronologinya

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:59 WIB
GARIS KUNING: Garis line membatasi area lokasi kejadian pekerja yang mengalami kecelakaan tertimpa crane di PG Rendeng Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
GARIS KUNING: Garis line membatasi area lokasi kejadian pekerja yang mengalami kecelakaan tertimpa crane di PG Rendeng Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS - Pekerja di pabrik gula Rendeng mengalami kecelakaan kerja. Kejadian tersebut terjadi Sabtu 08 Agustus 2026 pagi. Korban merupakan pekerja musiman.

Sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia, setelah tertimpa komponen alat pengangkat tebu (crane).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.50 WIB. Wakil Manajer Teknis PG Rendeng Yuke Adetya, mengatakan,  mengetahui kejadian itu setelah mendapat laporan dari para pekerja.

Menurut Yuke, kecelakaan terjadi ketika crane yang digunakan untuk memindahkan tebu dari truk menuju meja tebu mengalami kerusakan pada bagian sling atau tali baja pengangkat.

Saat kejadian, crane tersebut dalam kondisi tidak membawa beban tebu. Crane yang memiliki kapasitas angkat sekitar 7 hingga 8 ton itu sedang dalam posisi kembali untuk mengambil tebu.

“Pukul 03.50 WIB pagi. Kurang lebihnya ada kejadian tersebut dan saya juga tidak menyangka,” ujar Yuke.

Ia menjelaskan, sling crane tiba-tiba putus. Komponen pengait yang memiliki berat sekitar 80 kilogram kemudian jatuh dari ketinggian sekitar tiga hingga empat meter.

Komponen tersebut sempat menghantam bak truk. Namun, bukannya jatuh ke dalam bak, benda tersebut justru terpental ke arah luar hingga mengenai korban.

Yuke menjelaskan, posisi crane dengan orang-orang di sekitar lokasi memang relatif berdekatan.

Korban sendiri bukan merupakan operator crane yang bertugas mengoperasikan alat tersebut.

Menurutnya, operator yang telah berpengalaman umumnya memahami titik-titik yang berpotensi membahayakan, termasuk menghindari berada tepat di bawah alat pengangkat.

“Namanya resiko, sekecil apa pun, kejatuhan tetap ada. Walaupun yang bersangkutan sudah pakai helm, ya, namanya musibah itu tidak ada yang tahu,” katanya.

Pihak PG Rendeng memastikan pemeriksaan terhadap peralatan crane dilakukan secara berkala.

Pemeriksaan tersebut juga disebut melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sebelum musim giling dimulai.

Yuke mengatakan, memiliki dokumen hasil pemeriksaan yang menyatakan peralatan tersebut layak digunakan.

“Kami setiap tahun ini ada dokumennya. Kami periksakan di Disnaker. Lalu keluar surat keterangan,” ungkapnya.

Pasca kecelakaan, PG Rendeng untuk sementara menghentikan penggunaan alat yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Pengoperasian crane baru akan dilakukan kembali setelah proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai.

“Masih ada tim penyidik, saksi-saksinya baru diperiksa. Sementara ini, tidak saya gunakan dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kudus AKP Subkhan membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut.

Penanganan dan penyelidikan lebih lanjut saat ini dilakukan oleh Polres Kudus.

“Putus, dia nabrak bak truk, kena baknya sedikit, terus dia nggak masuk ke bak truknya tapi malah keluar,” jelasnya. (san)

Editor : Ali Mustofa
pabrik gula rendeng kudus tabrak bak truk meninggal dunia Musim Giling