Tak Mau Molor, Bupati Kudus Minta Pembangunan Gedung Kudus Sehat Dikebut hingga Akhir November

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 09:57 WIB
CEK PROYEK: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengecek pembangunan Gedung Kudus Sehat. (DINAS KOMINFO UNTUK RADAR KUDUS)
CEK PROYEK: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengecek pembangunan Gedung Kudus Sehat. (DINAS KOMINFO UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya mempercepat pembangunan Gedung Kudus Sehat (GKS) yang berada di Jalan dr. Loekmono Hadi. 

Hingga saat ini, perkembangan pembangunan gedung tersebut telah mencapai sekitar 23 persen.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta kontraktor meningkatkan kecepatan pengerjaan dengan menambah jumlah pekerja serta memaksimalkan waktu kerja.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengejar ketertinggalan progres sekaligus membuat pembangunan rampung lebih cepat dari batas waktu dalam kontrak.

Sam’ani menyebut progres pekerjaan saat ini berada di angka 23 persen, atau sekitar satu persen di bawah target yang ditetapkan sebesar 24 persen.

Meski demikian, ia optimistis selisih tersebut dapat dikejar dalam waktu dekat melalui percepatan pekerjaan.

“Sekarang progresnya 23 persen, minus satu persen. Namun dalam satu minggu ini kami upayakan agar deviasinya bisa berubah menjadi positif,” ujar Sam’ani.

Pemkab Kudus juga menyiapkan penyesuaian pekerjaan melalui mekanisme Contract Change Order (CCO).

Melalui skema tersebut, sejumlah pekerjaan yang belum tercantum dalam kontrak dapat dimasukkan, sementara pekerjaan yang dianggap kurang prioritas bisa dikurangi untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan.

“Ada beberapa pekerjaan yang perlu dilakukan CCO. Pekerjaan yang belum terakomodasi akan dimasukkan, sedangkan pekerjaan yang kurang penting bisa dikurangi untuk memenuhi pekerjaan yang perlu di-CCO,” jelasnya.

Selain melakukan penyesuaian kontrak, pemerintah daerah meminta kontraktor memperkuat sumber daya di lapangan.

Penambahan tenaga kerja dan pemberlakuan lembur menjadi opsi yang ditempuh untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.

“Kami meminta manpower ditambah, termasuk memperpanjang jam kerja hingga lembur. Kalau ada pekerjaan pengecoran, pengerjaannya bisa dilakukan sampai malam bahkan pagi,” tegas Sam’ani.

Berdasarkan kontrak, pembangunan Gedung Kudus Sehat masih memiliki waktu hingga 29 Desember 2026.

Namun, Pemkab Kudus memasang target lebih cepat dengan mengupayakan pekerjaan fisik selesai pada akhir November 2026.

“Memang kontraknya sampai 29 Desember 2026, tetapi kami akan mempercepat agar akhir November sudah selesai,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengawas Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) PT Aretas Wicaksana Konsultan, Putro Bekti Aji, mengatakan progres pembangunan saat ini mencapai sekitar 23 persen.

Angka tersebut masih terpaut satu persen dari target 24 persen.

Menurut Putro, deviasi tersebut terjadi karena target pekerjaan pada fase konstruksi saat ini cukup tinggi.

Kendati demikian, secara keseluruhan pengerjaan GKS masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

“Deviasinya sekitar satu persen dari target 24 persen karena target progres pada tahapan ini memang cukup tinggi. Namun secara keseluruhan proyek masih on track sesuai jadwal,” katanya.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian pelat lantai satu dan lantai dua yang dikerjakan PT Galatama sebagai kontraktor pelaksana.

Setelah tahapan tersebut selesai, pengerjaan struktur akan dilanjutkan ke lantai berikutnya.

Dengan percepatan pada pekerjaan struktur, progres pembangunan diperkirakan akan mengalami peningkatan lebih signifikan dalam beberapa bulan mendatang.

Putro menargetkan struktur bangunan sudah memasuki tahap pemasangan atap di lantai tujuh pada Oktober 2026.

“Target kami Oktober nanti atap lantai tujuh sudah terpasang. Setelah itu dilanjutkan pekerjaan arsitektur dan finishing. Kami optimistis proyek dapat selesai sesuai jadwal,” terangnya.

Sebagai informasi, pembangunan Gedung Kudus Sehat mulai dilaksanakan pada Mei 2026.

Gedung tersebut dibangun di atas lahan bekas Plaza Matahari yang berada di sebelah RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. (san)

Editor : Ali Mustofa
Sam’ani Intakoris gedung kudus sehat kontraktor pembangunan gedung bupati kudus