Belanja Rp25 Ribu Bisa Penuhi Gizi Keluarga, Ini Cara Unik Djarum Foundation Edukasi Cegah Stunting

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:54 WIB
BELANJA PINTAR: Karyawan SKT Garung, Kecamatan Kaliwungu hasil belanja dilakukan penilaian. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
BELANJA PINTAR: Karyawan SKT Garung, Kecamatan Kaliwungu hasil belanja dilakukan penilaian. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KALIWUNGU – Karyawan yang ada di SKT Garung, Kecamatan Kaliwungu, dibekali uang senilai Rp 25 ribu untuk berbelanja bahan makanan yang memiliki mutu gizi seimbang atau empat sehat lima sempurna.

Mereka langsung berbondong-bondong berbelanja di pedagang sekitar pabrik. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencegah stunting. Di tangan ibu yang cermat, uang senilai Rp 25 ribu bisa digunakan untuk memperoleh beragam bahan pangan, seperti sayuran, tempe, tahu, ayam, beras 1 kilogram, dan buah.

Kegiatan tersebut merupakan program Bakti Sosial Djarum Foundation dan Savoria. Edukasi unik dengan slogan Belanja Pinter Gizine Bener itu pada tahun 2026 diadakan di lima lokasi wilayah Kudus.

Antara lain, SKT Blolo yang telah dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026), SKT Besito pada Selasa (28/7), SKT Tanjungkarang 1 pada Kamis (30/7), SKT Tanjungkarang 2 pada Selasa (4/8), dan SKT Garung yang dilaksanakan kemarin, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah edukasi kepada karyawan mengenai jenis makanan sehat beserta kandungan gizinya dengan membelanjakan uang Rp 25 ribu di pasar terdekat sekitar SKT.

Hasil belanja setiap karyawan kemudian dinilai oleh para juri. Para peserta juga mendapatkan penjelasan lebih lengkap mengenai pentingnya berbelanja secara cerdas sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Tidak hanya itu, berbagai permainan (games) bertema makanan sehat dan bergizi juga diselenggarakan dan dapat diikuti oleh seluruh karyawan SKT.

Supervisor SKT Tanjungkarang 2, Agus Widianto, mengemukakan pentingnya kesadaran para karyawan untuk bijak membelanjakan pendapatan mereka. Menurutnya, kebiasaan berbelanja secara pintar dapat menjadi pola yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Program kegiatan Belanja Pinter Gizine Bener ini sangat penting dan bermanfaat bagi para karyawan," kata Agus.

Ia menambahkan, kesadaran dalam mengelola pengeluaran akan membantu para karyawan memahami bahwa setiap barang yang dibeli tidak hanya didasarkan pada keinginan, tetapi juga harus mempertimbangkan kecukupan gizi keluarga. Dengan demikian, pilihan belanja akan sangat menentukan kualitas kesehatan keluarga.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa program Belanja Pinter Gizine Bener merupakan aksi nyata untuk mengajak masyarakat membangun keluarga yang sehat secara optimal.

"Tidak hanya edukasi, tetapi juga eksekusi. Masyarakat diajarkan bagaimana memberikan pemahaman yang baik tentang keluarga sehat, mulai dari cara menyiapkan makanan yang baik untuk keluarga," ujarnya.

Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation, David Setiadi, mengatakan penyelenggaraan Belanja Pinter Gizine Bener menjadi salah satu cara mengajak para karyawan memahami bahwa langkah hidup sehat dimulai dari pilihan makanan di piring dan kebiasaan berbelanja yang tepat.

"Penilaian dilakukan oleh tim ahli gizi berdasarkan hasil belanja, jawaban peserta, serta efisiensi anggaran yang digunakan," ujar David.

Salah seorang karyawan SKT Garung, Siti Fatimah, mengaku kegiatan tersebut bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat. Ia merasa beruntung memperoleh pengalaman berbelanja yang cerdas dan bergizi karena sebelumnya belum pernah benar-benar mempertimbangkan kandungan gizi saat berbelanja.

"Saya belanja empat sehat lima sempurna. Karbohidrat ada beras, protein hewani beli ikan lele, protein nabati beli tahu dan tempe, susu MilkLife sebagai penyempurna, kemudian sayur bayam, jeruk, dan kelengkeng," jelasnya. (san/mah)

Editor : Mahendra Aditya
Belanja Pinter Gizine Bener SKT Garung pencegahan stunting djarum foundation gizi seimbang