Identifikasi Tanah Keras Dimulai, Perbaikan Talud Ambrol di Desa Colo Kudus Terus Berjalan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:50 WIB
DIKEBUT: Pekerja melakukan proses identifikasi tanah keras pada talud yang ambles di Desa Colo. (BPJN Jateng Untuk Radar Kudus)
DIKEBUT: Pekerja melakukan proses identifikasi tanah keras pada talud yang ambles di Desa Colo. (BPJN Jateng Untuk Radar Kudus)

KUDUS – Proses perbaikan talud jalan yang ambrol di Desa Colo, Kecamatan Dawe, terus berlanjut.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pati memfokuskan pekerjaan pada tahap identifikasi kondisi tanah di lokasi, terutama untuk mencari lapisan tanah keras yang akan menjadi dasar konstruksi baru.

Sub Koordinator Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pati, Parjono, menjelaskan bahwa petugas telah melakukan pengeboran di sejumlah titik.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanah sekaligus memastikan kondisi di bawah permukaan sebelum pekerjaan konstruksi utama dimulai.

Selain pengeboran, tim di lapangan juga memeriksa galian yang ada guna memastikan apakah sudah terhubung dengan saluran air di sekitar area talud yang longsor.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk menentukan metode penanganan yang paling tepat.

"Yang kami lakukan sekarang adalah mengecek seberapa dalam lapisan tanah keras yang ada di lokasi," ujar Parjono.

Menurutnya, hasil identifikasi tersebut akan menjadi acuan dalam pembangunan fondasi talud baru.

Dengan mengetahui posisi tanah keras, risiko pergeseran material saat pembangunan maupun setelah proyek selesai dapat diminimalkan sehingga konstruksi menjadi lebih kokoh.

"Tujuannya agar material tidak mudah bergeser dan bangunan talud nantinya lebih aman serta kuat," tambahnya.

Parjono menuturkan, proyek rehabilitasi talud ini ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kerja.

Kondisi cuaca yang relatif mendukung diharapkan dapat mempercepat proses sehingga penyelesaian proyek sesuai jadwal.

Perbaikan talud tersebut menelan anggaran sekitar Rp8,4 miliar yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Setelah selesai, ruas jalan menuju kawasan wisata religi Desa Colo akan memiliki lebar sekitar tujuh meter, sementara struktur talud diperkirakan memiliki kedalaman hingga 20 meter.

Talud di dekat pintu masuk Desa Colo diketahui ambrol setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (9/1/2026).

Peristiwa itu menyebabkan dua kendaraan terperosok ke lokasi longsoran dan sempat memutus akses menuju kawasan Makam Sunan Muria.

Saat kejadian, proses evakuasi dilakukan BPBD Kudus dan tidak menimbulkan korban jiwa, meski arus lalu lintas menuju Terminal Colo harus dialihkan sementara. (gal)

Editor : Ali Mustofa
kawasan wisata religi lapisan tanah keras perbaikan talud bpbd kudus desa colo