KUDUS – Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, hingga kini masih dilanda kekeringan yang menyebabkan ratusan warga kesulitan memperoleh air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bersama sejumlah instansi terus menyalurkan bantuan air bersih hampir setiap hari.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus melalui Kasi Kedaruratan Ahmad Munaji mengatakan, sejauh ini kekeringan belum meluas ke wilayah lain dan masih terpusat di Desa Glagahwaru.
Sebanyak 451 kepala keluarga (KK) atau 1.289 jiwa terdampak kondisi tersebut.
“Kekeringan belum meluas, hanya satu desa yang terdampak di Glagahwaru,” jelasnya.
Munaji menjelaskan, wilayah yang mengalami kekeringan meliputi RT 1 hingga RT 6 RW 3 dengan 375 KK atau 1.091 jiwa.
Selain itu, RT 1 dan RT 4 RW 2 dihuni 34 KK atau 92 jiwa, sedangkan RT 4 dan RT 5 RW 1 terdapat 42 KK atau 106 jiwa yang juga terdampak krisis air bersih.
Air bersih yang didistribusikan langsung dialirkan ke tandon yang telah disiapkan BPBD bersama pemerintah desa.
Kapasitas tandon bervariasi, mulai dari 250 liter hingga 5.000 liter agar dapat menjangkau kebutuhan warga di setiap titik.
Penyaluran bantuan air bersih telah berlangsung sejak 15 Juli hingga 3 Agustus 2026. Selama periode tersebut, BPBD Kudus telah mendistribusikan 95 ribu liter air, Satpol PP Kudus 19 ribu liter, Perumda Air Minum Kudus 17 ribu liter, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana 40 ribu liter, serta PMI sebanyak 20 ribu liter.
“Jadi total air yang kami kirimkan kepada warga terdampak sebanyak 191 ribu liter,” jelasnya.
BPBD memperkirakan kebutuhan air bersih masih akan terus meningkat karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau masih akan berlangsung hingga September 2026. (gal)
Editor : Ali Mustofa