KUDUS – RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat melalui penyelenggaraan In House Training (IHT) Hospital Disaster Plan (HDP) dan simulasi penanggulangan bencana.
Kegiatan ini melibatkan pegawai dari berbagai profesi dan unit kerja sebagai langkah memperkuat kemampuan sumber daya manusia sekaligus menyempurnakan sistem penanganan bencana di lingkungan rumah sakit.
Pelatihan tersebut digelar sebagai tindak lanjut hasil evaluasi internal yang menunjukkan masih perlunya peningkatan pemahaman mengenai asesmen mitigasi bencana, penyusunan rencana penanggulangan, implementasi manajemen bencana, hingga identifikasi dan analisis risiko secara lebih menyeluruh di setiap unit pelayanan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Rumah Sakit (RPBRS) atau Hospital Disaster Plan yang mengacu pada Pedoman Safe Hospital 2024.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Mustiko Wibowo, menegaskan bahwa rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan harus memiliki sistem kesiapsiagaan yang kuat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski terjadi bencana atau keadaan darurat.
“Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu unit, tetapi seluruh elemen rumah sakit. Karena itu, kami terus memperkuat kompetensi SDM agar setiap petugas memahami tugas, fungsi, dan mekanisme koordinasi ketika menghadapi situasi kedaruratan maupun bencana,” ujarnya.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur, mulai jajaran manajemen, kepala instalasi, kepala dan wakil kepala ruang, tenaga medis, perawat.
Petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD), farmasi, laboratorium, radiologi, rehabilitasi medik, rekam medis, humas, hingga tenaga pendukung seperti petugas keamanan dan cleaning service.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi terkait kebijakan nasional penanggulangan bencana, standar akreditasi manajemen bencana rumah sakit.
,Hazard Vulnerability Analysis (HVA), sistem komando insiden rumah sakit, manajemen korban bencana, triase, penyusunan Hospital Disaster Plan.
Hingga praktik simulasi kebakaran dan penanganan korban sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan di lingkungan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. (san)
Editor : Ali Mustofa