KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mematangkan persiapan pembangunan RSUD Sunan Muria yang akan berlokasi di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog.
Saat ini, fokus pemerintah masih pada penyelesaian berbagai dokumen teknis dan persyaratan lingkungan sebagai dasar pelaksanaan proyek pembangunan rumah sakit tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Amad Mochamad, mengatakan bahwa dokumen Feasibility Study (FS) serta Detail Engineering Design (DED) telah diselesaikan pada 2025.
Kedua dokumen itu menjadi landasan utama dalam perencanaan pembangunan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
”Proses tetap berjalan. Pada 2025, kami telah menyelesaikan dokumen Feasibility Study (FS) serta Masterplan DED (Detail Engineering Design),” ujar Amad.
Memasuki tahun 2026, tahapan yang sedang dikerjakan meliputi penyusunan dokumen lingkungan dan sejumlah perizinan teknis.
Salah satu persyaratan yang telah rampung adalah Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin), sementara penyusunan Persetujuan Teknis dan Rincian Teknis (Pertek Rintek) masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026 sesuai masa kontrak.
Selain itu, proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) juga terus dikebut dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026.
Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Inaproc, paket penyusunan dokumen AMDAL telah selesai melalui proses tender dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp613 juta.
Pekerjaan tersebut dikerjakan PT Tumbuh Jaya Desain setelah nilai kontraknya dinegosiasikan menjadi sekitar Rp605 juta.
Apabila seluruh dokumen teknis dan persyaratan lingkungan selesai sesuai jadwal, pembangunan fisik RSUD Sunan Muria akan dimulai pada 2027.
Pada tahap awal, Pemkab Kudus mengusulkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk memulai proses konstruksi.
Amad berharap keberadaan RSUD Sunan Muria nantinya mampu memperkuat fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah daerah sekaligus memperluas akses pelayanan bagi masyarakat, terutama warga Kecamatan Gebog dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, rumah sakit baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan jangkauan sekaligus kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
”Kehadiran rumah sakit baru ini diharapkan mampu memperluas jangkauan dan meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Gebog dan sekitarnya,” jelasnya. (san)
Editor : Ali Mustofa