Bekali Wawasan Peneliti, Perkuat Publikasi Riset Internasional

Andika Trisna Saputra • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:22 WIB
SAMBUTAN: Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Komisi X, Lestari Moerdijat membuka acara Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat di lantai 4 Hotel Griptha Kudus, Jumat (31/7). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
SAMBUTAN: Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Komisi X, Lestari Moerdijat membuka acara Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat di lantai 4 Hotel Griptha Kudus, Jumat (31/7). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

JATI – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kapasitas para peneliti, akademisi, dan ilmuwan daerah melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat di lantai 4 Hotel Griptha Kudus, Jumat (31/7).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi ini difokuskan pada peningkatan kualitas publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi sekaligus penguatan integritas riset.

Peserta berasal dari berbagai kampus di Jawa Tengah, di antaranya Universitas Muria Kudus (UMK), Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), UIN Sunan Kudus, ITB Cendekia, Unisnu Jepara, Unisfat Demak, Unwahas Semarang, Unissula Semarang, UAJ, hingga Balekambang.

Pembukaan kegiatan diawali dengan penampilan Tari Kretek sebagai representasi identitas budaya Kabupaten Kudus.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Komisi X, Lestari Moerdijat.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya nyata meningkatkan daya saing publikasi ilmiah Indonesia di tingkat global.

Menurutnya, dunia ilmu pengetahuan tengah mengalami perubahan yng sangat cepat sehingga para peneliti harus mampu beradaptasi dengan standar publikasi internasional yang semakin kompetitif.

“Ini bukan sekadar pelatihan. Harus ada hasil yang dicapai dan panduan yang nantinya bisa dimanfaatkan publik. Komisi X terus mendorong BRIN agar menjangkau lebih banyak akademisi di daerah,” ujarnya.

Perempuan yang kerap disapa Rerie ini mengatakan, publikasi ilmiah internasional kini bukan lagi sekadar syarat administratif untuk kenaikan jabatan akademik.

Lebih dari itu, publikasi menjadi bagian dari persaingan bangsa dalam membangun pengetahuan dan inovasi.

Ia mengingatkan agar oara akademisi tidak hanya mengejar jumlah publikasi, tetapi memastikan kualitas dan akuntabilitas jurnal yang dipilih.

“Publikasi jurnal sudah menjadi komoditas dan bagian dari persaingan antarbangsa. Kita harus mampu memilih jurnal yang benar-benar kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Rerie juga menyoroti pentingnya etika dalam dunia publikasi ilmiah.

Menurutnya, meningkatnya kasus pelanggaran integritas riset, mulai dari manipulasi data hingga penarikan artikel ilmiah, menjadi peringatan bahwa pembinaan harus dilakukan sejak awal.

“Kesiapan etika sama pentingnya dengan kesiapan teknis. Publikasi internasional bukan sekadar memenuhi angka kredit, tetapi menjadi kontribusi Indonesia terhadap ilmu pengetahuan dunia. Mari menjaga integritas di atas kecepatan,” tegasnya.

Sementara itu, Peneliti BRIN sekaligus pemateri, Anugerah Yuka Asmara, menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi akademisi dalam menembus jurnal internasional bereputasi.

Menurutnya, strategi penulisan hingga kesesuaian bidang keilmuan penulis dengan jurnal tujuan menjadi faktor penting dalam keberhasilan publikasi.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum strategis karena mempertemukan langsung kalangan akademisi dengan pembuat kebijakan nasional sehimgga proses diseminasi kebijakan riset dapat berjalan lebih efektif.

“Melalui kegiatan ini, akademisi dapat memahami strategi publikasi global sekaligus mengetahui arah kebijakan pemerintah dalam penguatan riset nasional,” ujarnya.

Wakil Rektor III Universitas Muria Kudus, Sugeng Slamet, mengapresiasi oelaksanaan bimbingan teknis tersebut.

Menurutnya, program BRIN menjadi langkah konkret mendorong hilirisasi riset hingga ke daerah.

Ia menilai setiap daerah memiliki potensi dan kearifan lokal yang layak dikembangkan mejadi riset berkualitas, baik untuk publikasi nasional terindeks SINTA maupun jurnal internasional terindeks Scopus.

“Riset adalah kebutuhan yang harus terus dikembangkan. Dari riset akan lahir teknologi, kebijakan sosial, hingga inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa. Negara maju selalu diukur dari capaian riset dan inovasinya,” katanya.

Sugeng berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kapasitas para peneliti daerah sehingga semakin banyak hasil penelitian dari Kudus dan wilayah sekitarnya yang mampu menembus publikasi internasional sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (dik)

Editor : Andika Trisna Saputra
riset internasional Lestari Moerdijat publikasi ilmiah akademisi BRIN