Diduga Alami Tindak Asusila oleh Pria Tak Dikenal di WC Masjid Jati Kudus, Korban Asal Demak Mengalami Trauma

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 09:10 WIB
MERESAHKAN: Ibu korban menunjukkan lokasi dugaan asusila di kamar mandi masjid di Kecamatan Jati, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)
MERESAHKAN: Ibu korban menunjukkan lokasi dugaan asusila di kamar mandi masjid di Kecamatan Jati, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)

KUDUS - Warga Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, perempuan  bernisial N, 5 diduga menjadi korban tindak asusila oleh seorang pria tak dikenal di Masjid Kecamatan Jati, Rabu (29/7) lalu. Terduga pelaku diduga merekam gambar saat korban N tengah buang air besar di toilet masjid. 

Kasus dugaan asusila ini tengah viral di jagad sosial media. Aksi tersebut diunggah lewat akun pribadi ibu korban yang menuntut keadilan.  

Pada postingan tersebut ibu korban menuliskan, pedofil tolong bantu sebarkan agar hati-hati sama orang ini. Kronologi anak ku pulang sekolah pengen pup sudah gak tahan maka tak suruh pup masjid dekat sekolah. Dan tak tinggal sebentar mau ambil kunci karena adeknya di mobil sendirian.

”Ketika aku balik ke toilet shock banget ada orang asing yang masuk didalam toilet yang dipake anak dengan posisi jongkok dan merekam alat vital anak ku,” tulis ibu korban berinsial ZI. 

Saat dikonfirmasi ibu korban ZI menceritakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.30 di wilayah Kecamatan Jati. N saat pulang sekolah menyatakan sakit perut dan ingin buang air besar. Akhirnya ibu korban menghantarkan ke masjid di dekat sekolah N. 

ZI mengantarkan anaknya hingga ke toilet. Tidak lama kemudian, dia meninggalkan sebentar anakanya di toilet. Alasan ZI meninggalkan anaknya, karena ia hendak memarkinkan mobilnya terlebih dahulu. 

”Ketika itu saya meninggalkan anak kedua saya di dalam mobil, dan kunci masih menempel. Saya berniat memarkirkan dulu mobil saya lalu kembali ke kamar mandi lagi,” jelasnya. 

Setelah mobilnya terparkir, ZI kembali ke kamar mandi. Tanpa disangka seorang pria masuk ke kamar kecil di tempat anaknya buang air besar. ZI menyatakan melihat langsung pria tersebut diduga merekam bagian kelamin anaknya.

Sontak ZI langsung membentak terduga pelaku dan berteriak meminta tolong. Terduga Pelaku yang kaget dan terlihat panik.  Pria tersebut kemudian berpindah kamar kecil dan menyatakan ingin buang air kecil. 

Pas buang air kecil tidak ada suara air. Lalu ia keluar tak minta KTP tapi tidak diberikan. Lalu saya merekamnya dan mengatakan kalau tidak mau (Diminta KTP) saya viralkan,” ungkapnya.

Menurut keterangan terduga pelaku, kata ZI tak mengakui perbuatannya. Diduga pelaku menghapus video tersebut saat di kamar kecil. 

Selain itu, terduga pelaku mengatakan anak ZI sempat merengek dan mencari ibunya. Akhirnya terduga pelaku menghampiri korban saat di kamar kecil. 

Pas saya tanya anak saya, dia ga manggil mamah dan menurutnya keterangan N, terduga pelaku diduga merekam bagian vital,” jelasnya. 

Paska kejadian tersebut, anak ZI mengalami trauma berat. Dia meminta ibunya agar tidak terlambat menjemput saat sekolah. Korban takut ketika melihat terduga pelaku itu ada dihadapannya. 

Selain itu, ibu korban dan pelaku sempat dimediasi oleh pihak pengurus masjid pada Rabu (29/7) malam. Dari hasil mediasi tersebut, terduga pelaku juga masih tidak mengakui dugaan asusila tersebut. 

Dari informasi yang dihimpun ZI, postingan video itu mendapatkan respon positif. Beberapa netizen mengakui pria tersebut pernah melakukan dugaan asusila di beberapa lokasi kepada anak-anak. 

Sementara itu, Marbot Masjid Karonu, 75 menyatakan, saat mediasi tersebut ibu korban tidak mau melihat HP terduga pelaku. Dia telah melihat tidak ada hasil terduga pelaku melakukan perekaman korban. 

”Dari pihak salesnya (pria terduga pelaku) dituduh dan tidak merasa melakukan dugaan tindak asusila itu,” katanya. 

Karonu menyebut sebelum kejadian itu terjadi memang tidak mengetahui ada atau tidaknya tulisan toilet tersebut adalah kamar kecil untuk perempuan. Dia menginginkan kejadian ini diselesaikan dengan kepala dingin antar kedua belah pihak. (gal) 

Editor : Ali Mustofa
kamar kecil wc masjid tindak asusila media sosial