KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai menjalankan program pertukaran guru dan pelajar sebagai langkah pemerataan kualitas pendidikan di jenjang SD dan SMP. Program yang menjadi gagasan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris itu resmi dimulai pada Senin (27/7).
Pada tahap awal, sebanyak 290 siswa SD dan SMP serta 62 guru SMP mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tujuan. Selama program berlangsung, peserta diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, mengenal budaya sekolah yang berbeda, sekaligus mempelajari metode pembelajaran yang terbukti efektif.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan bahwa program pertukaran guru difokuskan pada dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.
Baca Juga: Jelang Srikandi Merdeka Cup 2026, PKL di Sekitar SSA Kudus Ditata Lebih Bersih dan Rapi
Kedua mata pelajaran tersebut dipilih karena menjadi indikator penting dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA). Melalui program ini, guru dari sekolah dengan capaian TKA yang masih perlu ditingkatkan dapat belajar langsung dari sekolah yang memiliki hasil terbaik.
"Ada beberapa sekolah yang nilai Bahasa Indonesia dan Matematikanya sangat bagus. Teman-teman guru bisa melihat praktik baik yang diterapkan di sana, kemudian mengadaptasinya di sekolah asal," jelas Anggun.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga metode pembelajaran tidak bisa diterapkan secara mentah. Guru tetap harus menyesuaikan dengan kondisi peserta didik maupun lingkungan sekolah masing-masing.
"Sekolah di perkotaan tentu berbeda dengan sekolah di pedesaan. Karena itu, guru harus bisa memilah metode yang paling sesuai untuk diterapkan," ujarnya.
Meski demikian, Anggun optimistis program tersebut mampu memperluas wawasan para guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Dengan bertambahnya pengalaman dan referensi mengajar, diharapkan penyampaian materi menjadi lebih mudah dipahami siswa.
"Goal utamanya adalah peningkatan kompetensi guru. Indikator keberhasilannya nanti kami harapkan terlihat dari meningkatnya hasil Tes Kemampuan Akademik. Guru saling bertukar metode mengajar dan cara menyampaikan materi agar siswa lebih cepat menangkap serta memahami pelajaran," tambahnya.
Selain meningkatkan kompetensi guru, program ini juga diharapkan membuka kesempatan bagi sekolah tujuan untuk berbagi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan pembelajaran. Pengalaman tersebut nantinya dapat diterapkan di sekolah asal dengan menyesuaikan kondisi masing-masing, sehingga pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus dapat terus meningkat.
Sementara itu, Kepala SMP 2 Gebog, Ahadi Setiawan, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pertukaran guru menjadi sarana efektif untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman, terutama dalam upaya meningkatkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Ia menambahkan, pihak sekolah memberikan penyambutan yang hangat kepada guru maupun siswa peserta pertukaran agar mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru sebelum mengikuti proses pembelajaran di sekolah tujuan. Dengan suasana belajar yang nyaman, proses transfer ilmu diharapkan berjalan lebih optimal. (san/mah)
Editor : Mahendra Aditya