Jelang Srikandi Merdeka Cup 2026, PKL di Sekitar SSA Kudus Ditata Lebih Bersih dan Rapi

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 17:42 WIB
Sambut Enam Negara, Pemkab Kudus Benahi PKL Kawasan SSA dan Lapangan Rendeng.
Sambut Enam Negara, Pemkab Kudus Benahi PKL Kawasan SSA dan Lapangan Rendeng.

KUDUS – Menjelang bergulirnya Srikandi Merdeka Cup 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai berbenah. Salah satu fokus utamanya adalah menata pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Supersoccer Arena (SSA) dan Lapangan Rendeng agar kawasan pertandingan tampil lebih bersih, rapi, dan nyaman.

Tak hanya penataan lokasi, para pedagang juga mulai dibekali pemahaman mengenai cara melayani pembeli secara higienis. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kesan positif kepada tamu dari berbagai negara yang akan datang ke Kudus.

Srikandi Merdeka Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–23 Agustus 2026. Turnamen sepak bola putri internasional tersebut akan diikuti enam negara, yakni Malaysia, Hong Kong, Arab Saudi, Thailand, Singapura, dan Yordania. Selama sekitar sepuluh hari, para atlet, ofisial, dan pendukung diperkirakan akan berada di Kabupaten Kudus.

Karena itu, Pemkab Kudus ingin memastikan kawasan wisata kuliner di sekitar venue pertandingan benar-benar siap menyambut tamu. Kebersihan, kerapian, hingga standar higienitas menjadi perhatian utama.

Dinas Perdagangan Kudus pun mulai melakukan pembenahan terhadap PKL, khususnya di kawasan Alun-alun Kudus, Balai Jagong, serta sekitar Lapangan Rendeng. Penataan difokuskan pada peningkatan kebersihan, kerapian lapak, serta penggunaan perlengkapan pendukung kebersihan.

Kepala Bidang Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan Kudus, I'in Vestriaswari, mengatakan pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi kepada para pedagang, terutama yang berada di sekitar lokasi pertandingan.

"Kegiatan kami saat ini fokus pada penggunaan celemek dan sarung tangan. Kami berharap seluruh PKL bisa menggunakan perlengkapan tersebut saat melayani pembeli," ujarnya, kemarin (29/7).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Kudus Sam'ani Intakoris. Pemerintah ingin wajah kawasan kuliner di Kota Kretek memberikan kesan yang baik bagi tamu mancanegara.

Selain menggunakan celemek dan sarung tangan, para pedagang juga diminta menyediakan tempat sampah di setiap lapak agar kebersihan lingkungan tetap terjaga.

"Bupati Sam'ani ingin pedagang kami tampil bersih dan rapi. Kalau lingkungannya bersih tentu akan terlihat lebih bagus. Kami akan turun langsung memberikan sosialisasi agar pedagang menggunakan celemek, sarung tangan, sekaligus menyiapkan tempat sampah," jelasnya.

Seluruh pertandingan Srikandi Merdeka Cup 2026 akan digelar di Supersoccer Arena (SSA), Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus. Khusus PKL di kawasan Lapangan Rendeng, panitia telah menyiapkan area khusus agar aktivitas jual beli berlangsung lebih tertata.

"Celemek sudah disetujui panitia. Harapannya, Kudus terlihat indah dan nyaman sebagai tuan rumah," tambah I'in.

Ia menjelaskan, panitia menyediakan 24 tenda untuk para pedagang. Sementara itu, jumlah PKL di kawasan Rendeng mencapai 51 orang. Agar seluruh pedagang tetap mendapat kesempatan berjualan, Dinas Perdagangan meminta paguyuban mengatur sistem pergantian atau shift sehingga seluruh lapak tetap dapat digunakan selama turnamen berlangsung.

"Selama pelaksanaan Srikandi Merdeka Cup, pedagang diperbolehkan berjualan mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB setiap hari tanpa hari libur," tandasnya.

Sementara itu, pada pagi hari pedagang masih diperbolehkan berjualan menggunakan tenda hingga pukul 12.00 WIB. Setelah itu, seluruh area akan dibersihkan sesuai permintaan panitia. Pengaturan tersebut juga telah dikoordinasikan bersama Satpol PP agar kawasan pertandingan tetap bersih, tertib, dan nyaman bagi peserta maupun pengunjung. (san/mah)

Editor : Mahendra Aditya
Supersoccer Arena Kudus Srikandi Merdeka Cup 2026 Lapangan Rendeng pemkab kudus pkl kudus