906 Atlet dari 29 Provinsi Ramaikan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Kudus

Redaksi Radar Kudus • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:34 WIB
BERSAING KETAT: Sejumlah atlet panahan bersaing pada ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior. (MLAC UNTUK RADAR KUDUS)
BERSAING KETAT: Sejumlah atlet panahan bersaing pada ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior. (MLAC UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS - Sebanyak 906 atlet panahan dari 29 provinsi di Indonesia bersaing di ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus. Persaingan pada Kejurnas junior ini berlangsung kompetitif. 

MilkLife Archery Challenge Kejuaran Nasional (Kejurnas) Junior 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 22-29 Juli 2026. 

Ketua Panitia Penyelenggara MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026, Vera Eka Wardani, mengatakan antusiasme pemanah muda menunjukkan tren positif yang tercermin dari peningkatan jumlah peserta.

Pada tahun lalu yang berjumlah 876 pemanah muda. Hal ini menjadi angin segar dalam memperkokoh ekosistem dan regenerasi atlet panahan di Indonesia.

“Tak hanya dari jumlah yang meningkat, atmosfer kompetisi pada kejurnas tahun ini menjadi sangat kompetitif sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu barometer penting dalam peta pembinaan panahan nasional. Didukung dengan venue yang berstandar internasional sehingga memberikan atlet junior pengalaman menghadapi kompetisi kelas dunia sejak dini,” katanya.

MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior merupakan fase lanjutan yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam mengembangkan potensi cabang olahraga panahan Indonesia. Sebelumnya, berkolaborasi dengan Perpani Kudus, setiap tahun juga diselenggarakan MilkLife Archery Challenge yang menyasar pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) untuk wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

“Dengan adanya kompetisi ini kami berupaya membangun fondasi pembinaan panahan berjenjang yang diharapkan dapat menemukan bibit-bibit berkualitas, sehingga cabor ini dapat berbicara banyak di level internasional,” harapnya. 

Pada edisi kali ini, MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 mempertandingkan tiga divisi yakni Nasional (U10, U13, U15 dan U18), Recurve (U13, U15 dan U18) dan Compound (U13, U15 dan U18). Seluruh atlet terlebih dulu menjalani babak kualifikasi untuk menentukan peringkat sebagai dasar penyusunan bagan eliminasi, sebelum bersaing secara head to head hingga partai final.

Pada divisi Nasional dan Recurve, pertandingan menggunakan sistem set point dimana para pemanah mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga seri demi memastikan langkah ke babak selanjutnya. 

Adapun divisi Compound, penilaian menggunakan akumulasi skor terbanyak dari lima seri untuk menentukan pemenangnya di setiap babak. Salah satu kontingen yang datang dengan semangat penuh ialah Kepulauan Riau (Kepri) dengan menurunkan 55 atlet pada kategori U10, U13, U15 dan U18 di seluruh divisi yang dipertandingkan. 

Alih-alih memasang target podium tertinggi, skuad Bumi Segantang Lada justru ingin merasakan atmosfer pertandingan yang kompetitif dengan lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah di MilkLife Archery Challenge kejurnas Junior.

Pelatih Panahan Kontingen Kepri, Budi Darmawan Tanjung menyatakan, hasil tahun ini melampaui ekspektasi karena  mampu bersaing dengan kontingen-kontingen kuat dari Pulau Jawa dan membawa pulang lebih banyak medali dibanding tahun lalu.

Dia berterima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Kejurnas Junior di venue yang sangat baik. 

”Menurut saya, ini merupakan salah satu lokasi terbaik untuk kejuaraan panahan nasional. Fasilitasnya lengkap dan kondisi anginnya sangat menantang sehingga memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi atlet,” imbuhnya.

Kejuaraan seperti ini juga penting untuk menjaga pembinaan atlet secara berjenjang dari U10 hingga U18. Agar bibit-bibit pemanah Indonesia dapat terus dipersiapkan menuju level yang lebih tinggi, termasuk Pelatnas dan kejuaraan internasional.

Tak hanya dari Kepulauan Riau, motivasi berlaga di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior juga datang dari Kalimantan Timur. Salah satu pemanah Benua Etam, Khairunnisa, sukses memborong tiga medali emas dan satu perunggu di divisi Compound U-15 Putri.

Pada partai final nomor individu, pemanah berusia 14 tahun itu mengatasi perlawanan Rania Shafiyyah Hannha dari Bengkulu dengan skor 140-134. 

Capaian tersebut tak lepas dari kerja keras selama berlatih serta dukungan penuh kedua orang tuanya yang terus meyakinkannya untuk berangkat dan tampil di Kejurnas Junior meski sempat ragu lantaran terkendala biaya.

“Saya bersyukur orang tua mendukung penuh dan meyakinkan untuk tampil percaya diri meraih medali emas. Pengalaman bertanding di MilkLife Archery Kejurnas Junior 2026 juga menyenangkan karena aku bisa bertemu banyak teman baru dari berbagai daerah,” tandasnya. (gal) 

Editor : Mahendra Aditya
Supersoccer Arena Kudus MilkLife Archery Challenge 2026 Kejurnas Panahan Junior 2026 atlet panahan Indonesia perpani