RADAR KUDUS - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (FEB UMK) bekerja sama dengan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Cabang Kudus meriahkan Hari Berkebaya Nasional dengan menggelar Seminar, Talkshow, dan Parade Kebaya. Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar dan Halaman Gedung M FEB UMK, Kamis (24/7).
Acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan civitas akademika untuk merefleksikan kembali nilai kebaya sebagai warisan budaya sekaligus identitas perempuan Indonesia.
Seminar menghadirkan dua narasumber. Pertama adalah penggerak budaya yang juga mitra kolaborasi FEB UMK, Teresia Leony Widi Hastuti, S.E., M.M., narasumber kedua Dr. dr. Renny Yuniati, yang juga owner Muntira Skin Care. Diskusi ini dimoderatori oleh Dr. Dra. Mamik Indaryani, M.S.
Dalam sambutannya, Ketua Ikatan Wanita UMK Dra. Sri Widajanti Sudarsono, M.Si. menegaskan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Mari bersama melestarikan kebaya, menjaga budaya dan mewariskan identitas”.
“Kami mengajak generasi muda untuk terus melestarikan budaya berkebaya. Kebaya bukan hanya busana, tetapi simbol jati diri bangsa yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi selanjutnya,” ujar Sri Widajanti.
Sesi seminar diisi dengan materi Sejarah Kebaya Indonesia, Makna Kebaya Sebagai Identitas Perempuan Indonesia, dan Jenis-jenis Kebaya Nusantara Beserta Ciri Khasnya. Peserta juga mendapatkan demonstrasi langsung cara memakai kebaya dan jarik yang benar.
Dilanjutkan dengan sesi talkshow yang membahas Etika Memakai Kebaya Sesuai Acara, Kebaya dalam Dunia Fashion Modern, hingga Peran Generasi Muda dalam Menjaga Warisan Budaya.
Puncak acara adalah Parade Kebaya yang diikuti mahasiswa dengan berbagai model kebaya dari berbagai daerah di Nusantara. Kemeriahan ditutup dengan Sesi Deklarasi Mahasiswa Cinta Kebaya, sebagai bentuk komitmen FEB UMK dalam mendukung pelestarian budaya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Dengan balutan busana kebaya, halaman Gedung M FEB UMK berubah menjadi panggung budaya yang memancarkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap warisan leluhur. (lia)
Editor : Mahendra Aditya