KOTA – Ribuan warga memadati Pendapa Kabupaten Kudus untuk mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina, Senin (20/7) dini hari.
Suasana berlangsung meriah sejak sebelum kick off hingga peluit panjang berbunyi, dengan sorak sorai penonton mengiringi kemenangan Spanyol yang sukses mengangkat trofi dunia.
Pantauan di lokasi, masyarakat mulai berdatangan sekitar pukul 01.30 WIB.
Halaman Pendapa Kabupaten Kudus dipenuhi penonton yang datang bersama keluarga maupun teman.
Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan beberapa layar besar selain layar utama agar seluruh pengunjung dapat menyaksikan pertandingan dengan nyaman.
Antusiasme warga juga terlihat dari membludaknya kendaraan yang terparkir hingga kawasan depan pendapa dan sekitar Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Selama pertandingan berlangsung, teriakan dukungan, tepuk tangan, hingga ekspresi tegang dan kecewa silih berganti setiap kali peluang emas tercipta di depan gawang kedua tim.
Puncak kemeriahan terjadi saat Ferran Torres mencetak gol kemenangan Spanyol pada menit ke-106 babak tambahan waktu.
Pendukung La Furia Roja langsung bersorak gembira, sementara pendukung Argentina hanya bisa tertunduk menyaksikan tim favoritnya gagal menyamakan kedudukan.
Laga final di MetLife Stadium, New Jersey, memang berlangsung dalam dominasi Spanyol.
Tim Matador menguasai 68 persen penguasaan bola serta melepaskan 20 tembakan dengan 11 di antaranya mengarah ke gawang.
Sebaliknya, Argentina hanya mampu mencatatkan tiga tembakan tanpa satu pun tepat sasaran.
Pertandingan juga diwarnai kartu merah untuk gelandang Argentina, Enzo Fernández.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris yang turut menyaksikan pertandingan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dandim 0722/Kudus, Polres Kudus, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Kudus mengatakan, kegiatan nobar menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus momentum mempererat persatuan.
"Alhamdulillah ini adalah pertandingan. Yang menang maupun kalah harus kita hormati. Hari ini kita memberikan ruang kepada masyarakat untuk nobar bersama Forkopimda. Mudah-mudahan ini menjadi momentum bagaimana sepak bola Indonesia bisa bangkit dengan belajar dari Timnas Spanyol yang mampu menjadi juara. Pemainnya masih muda, disiplin, dan tidak egois," ujar Bupati
Menurut Sam'ani, penyelenggaraan nobar juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi acara.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan selama mengikuti kegiatan.
"Perekonomian ikut bergerak, UMKM juga mendapatkan manfaat. Tapi jangan lupa kebersihan sampah harus tetap diperhatikan. Setelah nobar selesai, mari kembali bekerja dan bersama-sama membangkitkan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kudus," katanya.
Sam'ani menambahkan, apabila masyarakat memberikan respons positif, agenda nobar pertandingan internasional lainnya berpeluang kembali digelar di Pendapa Kabupaten Kudus.
Menurutnya, hal itu sekaligus menjadi sarana membangun kebersamaan masyarakat.
Selain itu, Pemkab Kudus juga bersiap menyambut penyelenggaraan ajang sepak bola putri internasional yang akan diikuti tujuh negara.
Ia berharap masyarakat dapat menjadi tuan rumah yang ramah dengan menghadirkan lingkungan yang bersih serta dukungan terhadap UMKM yang higienis dan berkualitas.
Menariknya, usai acara nobar berakhir, tim kebersihan langsung bergerak membersihkan sampah yang sempat berserakan di kawasan pendapa.
Dalam waktu singkat, halaman Pendapa Kabupaten Kudus kembali bersih seperti sediakala, menutup kemeriahan nobar final Piala Dunia 2026 dengan tertib dan nyaman. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra