Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Sempat Viral, Polemik Makam di Tengah Permukiman Kudus Akhirnya Temui Titik Damai

Ali Mustofa • Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:16 WIB
ADA KESEPAKATAN: Polisi mengecek makam di Desa Gribig, Gebog, yang sebelumnya diperdebatkan warga. (POLRES KUDUS UNTUK RADAR KUDUS)
ADA KESEPAKATAN: Polisi mengecek makam di Desa Gribig, Gebog, yang sebelumnya diperdebatkan warga. (POLRES KUDUS UNTUK RADAR KUDUS)

 

KUDUS – Polemik terkait keberadaan makam keluarga di Dukuh Muneng, Desa Gribig, Gebog, akhirnya menemukan titik terang.

Sebelumnya, makam ini sempat menjadi perbincangan publik dan ramai di media sosial.

Kesepakatan pun tercapai dalam rapat koordinasi yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Gebog.

Pertemuan melibatkan unsur forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimcam), pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan ahli waris, serta warga yang terdampak.

Dalam forum tersebut, warga menegaskan, pada dasarnya tidak keberatan dengan keberadaan makam di tengah permukiman.

Namun, mereka meminta sejumlah syarat dipenuhi, demi menjaga kenyamanan lingkungan dan mencegah munculnya persoalan baru di kemudian hari.

Setelah melalui musyawarah, ahli waris menyatakan kesediaannya memenuhi seluruh syarat yang diajukan warga.

Meliputi, makam hanya digunakan satu jenazah, area makam ditutup tembok dan atap, akses masuk hanya melalui Masjid Al-Maghfiroh, pemasangan lampu penerangan, serta pembersihan pohon dan bambu di sekitar lokasi.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, warga mencabut seluruh keberatan yang sebelumnya disampaikan, sehingga menyatakan menerima keberadaan makam. 

Dengan catatan seluruh poin perdamaian dijalankan secara konsisten oleh pihak ahli waris.

Kapolsek Gebog AKP Sis wanto mengatakan, penyelesaian polemik tersebut, merupakan hasil dari komunikasi dan mediasi yang dilakukan berbagai pihak secara berkelanjutan.

Menurutnya, musyawarah menjadi langkah terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan. (gal/lin)

Editor : Ali Mustofa
polemik makam makam keluarga media sosial ahli waris