KUDUS – Dampak musim kemarau sudah dirasakan oleh warga di sejumlah daerah.
Di antaranya, di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kudus.
Kemarin, beberapa warga sudah terdampak kesulitan air bersih, lantaran sumur mereka mengalami kekeringan.
Dari pantauan di lapangan, warga antre untuk mendapatkan air bersih di titik lokasi tandon air yang telah disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus.
Petugas BPBD Kudus membawa satu truk tangki berisi air bersih untuk kebutuhan warga. Total air bersih 5.000 liter disalurkan kemarin.
Tandon air yang disediakan ada di dua titik, di RW 2 dan RW 3.
Amar (30), salah satu warga RT 3/RW 3 menyatakan, kondisi kesulitan air bersih sudah terjadi dua hari terakhir.
Sumur di rumahnya mengalami kekeringan dan sudah tak bisa digunakan lagi untuk saat ini.
Dampaknya, aktivitas seperti mandi, mencuci, dan memasak mengalami ketersedatan.
Ia terpaksa harus mencari air dan mengandalkan pengiriman air bersih ke desanya.
“Setiap tahun kalau kemarau sering mengalami kekeringan seperti ini. Sudah dua tahun saya tinggal di sini (Desa Glagahwaru, Red) seperti ini,” katanya.
Saat pengambilan air bersih, dia membawa lima galon air mineral sebagai wadah.
Lima galon air bersih itu, hanya bisa dimanfaatkan untuk sehari semalam.
“Cukup sehari semalam saja. Ini untuk kebutuhan cuci piring dan memasak,” jelasnya.
Amar hanya bisa mengandalkan kiriman air bersih dari BPBD Kudus.
Jadwal pengirimannya sudah dilangsungkan dua hari terakhir.
Sementara itu, perangkat Desa Glagahwaru Bambang Sutomo menyampaikan, kesulitan air bersih ini, sudah dialami warga sejak Juli atau awal kemarau.
“Bagi warga yang rumahnya mengandalakan sumur akan terdampak. Warga yang me masang PDAM masih bisa digunakan,” katanya.
Terkait permintaan air bersih, pihak desa telah berkoordinasi dengan BPBD Kudus maupun kecamatan.
Apabila ketersediaan air bersih di tandon air habis, pemdes mengajukan permintaan pengiriman air bersih.
BPBD Kudus sendiri, selama dua hari telah melaksanakan dropping air bersih di Desa Glagahwaru.
Sekali pengiriman, 5.000 liter atau satu truk tangki. (gal)
Editor : Ali Mustofa