KUDUS - Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III TA 2026 Kodim 0722/Kudus resmi dilaksanakan hari ini, Rabu (15/7).
Pada tahap ke tiga ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan guna meningkatkan aksesibilitas serta mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Desa Rejosari.
Untuk merealisasikan proyek fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 450 meter tersebut, dialokasikan total anggaran sebesar Rp593.755.500,-.
Anggaran ini bersumber dari APBD Kabupaten Kudus sebesar Rp346.275.500,- dan APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp247.480.000,-.
Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD juga memberikan perhatian pada pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan nonfisik.
Bupati Kudus, Sam'ani menyampaikan terima kasih kepada Kodim yang selama ini melaksanakan program dengan berhasil.
Menurut Sam'ani, pembangunan jalan ini sangat penting untuk memberikan akses dan mobilisasi kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kegiatan ekonomi lingkungan serta sosial budaya masyarakat.
"Pembangunan jalan memeberikan akses dan mobilisasi bagi masyarakat. Kalau mau pengajian, sekolah, dan sebagainya jalannya lancar," ujarnya
Sam'ani menambahkan, selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik dalam program ini akan diisi dengan pembinaan wawasan kebangsaan serta keterampilan lainnya.
Ia memberikan arahan agar pembangunan berkelanjutan seperti ini terus diteruskan ke depan.
Pada tahun ini, Pemkab Kudus menginformasikan akan melanjutkan pembangunan jalan Rahtawu Ternadi bersama TNI dan Polri.
Terkait infrastruktur jembatan, seperti Jembatan Garuda dan Jembatan Merah Putih, juga sudah ditaksir oleh TNI dan dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
"Dialokasikan 500 (juta) lagi tapi nanti tahun 2027 (sebesar) 1 miliar. Untuk sekarang panjang jalan yang dibangun masih 500 meter, kecil ya karena ada keterbatasan anggaran kita. Semoga di tahun 2030 selesai" urai Sam'ani mengenai target jangka panjangnya.
Di sisi lain, Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus Yuusufa Allan membenarkan bahwa prioritas pembangunan fisik saat ini difokuskan pada betonisasi.
Ia menjelaskan bahwa pengerjaan jembatan di wilayah rejosari terpisah dengan program TMMD yang sedang berjalan saat ini.
Proyek jembatan difungsikan untuk menghubungkan akses antarwilayah yang jalurnya sudah siap namun belum memiliki jembatan.
"Sudah disiapkan jalanannya, tapi jembatan belum," pungkasnya (nuril baiti amiliah)
Editor : Ali Mustofa