KUDUS - Derbi Jawa Barat antara Akademi Persib Bandung melawan Putri Garut berlangsung hujan gol pada partai final Hydroplus Soccer All-Stars U-18 di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (12/7).
Akademi Persib Bandung tampil dominan di partai puncak tersebut.
Dominasi Akademi Persib Bandung di partai pamungkas tersebut tak terbendung oleh Putri Garut.
Akademi Persib Bandung unggul telak 5-0 atas Putri Garut.
Pada babak pertama Akademi Persib Bandung mendominasi pertandingan sejak awal.
Lini tengah Putri Garut dan pertahanan dikurung begitu ketat.
Skema serangan dari sayap mampu membuat lini belakang Putri Garut mampu ditembus.
Selain itu, umpan-umpan terobos yang diterapkan Akademi Persib Bandung berjalan efektif.
Pada babak pertama Akademi Persib Bandung langsung unggul 4-0 atas Putri Garut.
Sucy Kanya Sholehah pada babak pertama berhasil mencetak hattrick pada menit ke-11, 32, dan 34. Nasywa Salsabila Fatah menggenapkan keunggulan pada menit ke-37.
Di babak kedua, Putri Garut belum bisa bangkit. Skema serangan yang dilakukan terbilang monoton hanya mengandalkan serangan balik.
Kondisi itu mampu dimanfaatkan Akademi Persib Bandung. Zahra Nafisa Dwi Agustin mencetak gol pada menit ke-56.
Akademi Persib Bandung menutup skor pertandingan dengan keunggulan 5-0.
Peatih Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara meluapkan rasa syukur atas keberhasilan timnya meraih gelar juara.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras para pemain yang mampu bangkit setelah mengalami kekalahan pada fase penyisihan grup.
Ia menambahkan, tim pelatih memberi perhatian khusus pada kesiapan mental melalui komunikasi intensif dan saling memberikan motivasi di sela-sela waktu istirahat, mengingat padatnya jadwal pertandingan dari fase grup hingga final.
Dian menambahkan, bergulirnya Hydroplus Soccer League di level regional memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan kualitas pemain maupun pelatih.
Menurutnya, kompetisi yang berlangsung secara rutin menjadi wadah evaluasi sekaligus kesempatan bagi tim untuk menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda-beda.
“Bisa sampai di titik level nasional merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi kami. Lawan-lawan yang kami hadapi memiliki kualitas yang sangat baik, sehingga setiap pertandingan menjadi pengalaman berharga. Saya melihat performa para pemain terus meningkat dari satu laga ke laga berikutnya, hingga akhirnya kami mampu tampil maksimal di final,” jelasnya.
Kiper Akademi Persib Bandung Gadhiza menyatakan, gelar juara tersebut merupakan buah dari kerja keras dan semangat pantang menyerah seluruh tim.
Menurutnya, kekalahan yang dialami pada fase penyisihan grup justru menjadi motivasi bagi para pemain untuk bangkit dan membuktikan kualitas mereka hingga akhirnya mampu keluar sebagai juara.
Gadhiza juga mendedikasikan trofi tersebut untuk kedua orang tuanya serta seluruh keluarga besar tim U-18 Akademi Persib Bandung, mengingat musim depan ia akan naik dan berkompetisi di kelompok usia yang berbeda.
”ini menjadi last dance aku. semoga adik-adik aku nanti bisa meneruskan keberhasilan kami di hydroplus soccer league musim depan,” pungkasnya. (gal)