BERJALAN SENGIT: Pemain Goal Aksis (jersi merah) berusaha melewati pemain Cipta Cendikia. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)
KUDUS- Partai final Hydroplus Soccer League All-Stars U-15 Goal Aksis melawan Cipta Cendikia berjalan ketat di SuperSoccer Arena, Minggu(12/7). Partai pamungkas tersebut berlanjut hingga ke babak adu penalti.
Kedua tim saling bermain terbuka dan ngotot sejak menit awal pertandingan. Motor serangan Cipta Cendikia Ayla berusaha melakukan tekanan serta ingin membuka keran gol di babak pertama.
Kedisiplinan lini pertahanan Goal Aksis di laga puncak tersebut sangat solid. Pertahanan mampu meminimalisir dan meredam serangan lawan.
Sementara itu, Goal Aksis berusaha memecah kebuntuan lewat sepakan jarak jauh. Akurasi tendangan pemain depan Goal Aksis belum mampu merepotkan kiper lawan.
Kedua tim harus puas bermain imbang 0-0 di babak pertama.
Di babak kedua Goal Aksis berusaha meredam agresivitas lawan dengan memperkuat lini pertahanan. Goal Aksis berusaha keluar dari tekanan lewat serangan balik cepat.
Goal Aksis mengandalkan kecepatan Dian, namun lini tengah Cipta Cendikia mampu meredam kecepatan pemain Goal Aksis.
Peluang-peluang yang didapat dari kedua tim di babak kedua belum membuahkan hasil. Hingga wasit meniupkan peluit akhir pertandingan, skor kedua tim tak berubah 0-0.
Pertandingan kemudian dilanjutkan lewat babak adu penalti. Di babak adu penalti tersebut, Goal Aksis tampil percaya diri daripada Cipta Cendikia.
Kepercayaan diri ini suksesnya penembak tendangan penalti Goal Aksis. Tim asal Bandung ini mencatatkan empat tembakan masuk dan satu tendangan gagal. Sedangkan Cipta Cendikia hanya berhasil menyarangkan tiga gol saja. Skor penalti berakhir 4-3 untuk kemenangan Goal Aksis.
Pelatih Goal Aksis, Budi Sufarlan menyampaikan, perjuangan menembus hingga babak final ini tidaklah mudah. Rintangan yang dilalui mulai babak regional hingga bisa menembus nasional cukup berat.
Di partai puncak ini, Budi hanya memberikan motivasi dan menguatkan mental bertanding anak asuhnya. Motivasi yang diberikan ini, kerja keras pemain akan terbayar jika mereka bersungguh-sungguh bermain serta menyelipkan doa.
”Rintangan ini akan mudah dilalui jika pemain mau bekerja keras, serta melibatkan doa di setiap langkah,” katanya.
Setelah kompetisi ini, Budi akan memberikan reward kepada anak asuhnya untuk melakukan istirahat. Namun ia berpesan, agar pemain tetap melakukan aktivitas fisik ringan dan tidak kehilangan sentuhan bola.
Budi juga memberikan suntikan motivasi kepada skuadnya agar tampil lebih baik setiap individu. Peluang akan terbuka bagi mereka untuk terpilih menjadi talent scouting untuk turnamen Srikandi Cup.
Sementara itu pemain Goal Aksis, Bilqis Fatimah menyampaikan, kemenangan ini tidak lepas dari latihan keras dan doa semua pihak.
Selain itu, instruksi pelatih di atas lapangan dijalankan sepenuhnya. Pemain diminta lebih tenang dan bisa membaca kondisi permainan.
”Selama satu bulan persiapannya latihan setiap hari pagi dan sore, dan ini dibuktikan di sini,” katanya.
Bilqis berharap, usai turnamen ini bisa terpilih dan memperkuat Indonesia di ajang turnamen sepak bola putri Srikandi Cup Agustus mendatang. (gal)