Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Perbaikan Jalan Ambrol di Colo Kudus Mulai Disiapkan, Gunakan Borepile Sedalam 25 Meter

Ali Mustofa • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:49 WIB
UKUR: Petugas pembangunan jalan mengukur titik-titik yang nantinya akan dipasang tiang penyangga dengan menggunakan alat teodolit di jalan depan portal masuk wisata Colo, Rabu (8/7). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
UKUR: Petugas pembangunan jalan mengukur titik-titik yang nantinya akan dipasang tiang penyangga dengan menggunakan alat teodolit di jalan depan portal masuk wisata Colo, Rabu (8/7). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Proyek perbaikan ruas jalan yang ambrol di depan gerbang masuk kawasan wisata Colo, Kabupaten Kudus, mulai memasuki tahap awal.

Pada Rabu (8/7), tim konsultan pengawas dari PT Matrix Engineering melakukan survei lapangan sebagai persiapan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Konsultan Pengawas PT Matrix Engineering, Siswanto, menjelaskan survei tersebut dilakukan untuk memverifikasi kondisi di lokasi sekaligus mencocokkan hasil perencanaan teknis dengan situasi aktual di lapangan.

Hasil survei akan menjadi acuan dalam pelaksanaan proyek yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan.

Ia mengatakan, survei kali ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 1 Juli.

Saat itu, tim melakukan pengumpulan data sebagai dasar penyusunan desain teknis penanganan jalan yang mengalami longsor.

“Hari ini masih tahap persiapan berupa survei lapangan. Sebelumnya kami ju ga sudah melakukan survei pertama pada 1 Juli untuk mengambil data dan membuat gambaran teknis sebagai dasar perencanaan,” ujarnya.

Menurut Siswanto, perbaikan difokuskan pada pembangunan dinding penahan tanah agar struktur jalan kembali kokoh dan aman digunakan.

Metode yang dipilih adalah borepile, karena dinilai paling sesuai dengan karakter tanah di kawasan Colo yang berada di wilayah perbukitan.

Penggunaan metode tersebut, lanjutnya, telah melalui kajian teknis dan memperoleh persetujuan dari konsultan perencana maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah.

Dalam pelaksanaannya, proyek akan menggunakan 19 titik borepile dengan kedalaman sekitar 25 meter pada setiap tiang.

Penanganan dilakukan pada ruas jalan sepanjang kurang lebih 40 meter yang mengalami ambrol.

“Kami ingin pembangunan dilakukan semaksimal mungkin agar hasilnya benar-benar kuat. Sistem borepile dipilih karena paling cocok untuk kondisi tanah di Colo. Harapannya pekerkaan dapat berjalan lancar sesuai rencana,” katanya.

Siswanto menambahkan, lebar area longsoran tidak seragam. Pada bagian barat, longsoran memiliki lebar sekitar 765 milimeter, kemudian menyempit hingga sekitar 400 milimeter di sisi timur.

Survei lapangan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan melibatkan dua personel dari tim konsultan pengawas.

Data yang diperoleh nantinya menjadi dasar penyusunan tahapan pekerjaan konstruksi.

Sebelum proyek dimulai, pemerintah bersama pihak terkait juga akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat pekan ini di Balai Desa Colo dengan melibatkan Pemerintah Desa Colo, Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, paguyuban ojek, pedagang, serta warga sekitar.

Selain sosialisasi, sejumlah persiapan teknis masih harus diselesaikan, termasuk koordinasi dengan PLN terkait keberadaan jaringan kabel listrik yang melintasi area proyek.

Selama proses pembangunan berlangsung, kontraktor akan mengoperasikan tiga jenis alat berat, yakni crane, mesin borepile, dan excavator.

Jadwal pelaksanaan pekerjaan masih menyesuaikan kesiapan lapangan serta rampungnya seluruh proses perizinan.

Siswanto mengakui salah satu tantangan dalam pelaksanaan proyek adalah tingginya arus lalu lintas di kawasan Colo yang menjadi akses utama menuju objek wisata religi Makam Sunan Muria.

Karena itu, skema rekayasa lalu lintas maupun kemungkinan penutupan jalan akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan di Balai Desa Colo. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#perbaikan ruas jalan #kawasan wisata colo #dpupr jateng #Kudus