RADAR KUDUS – Di tengah tren menurunnya jumlah pengunjung perpustakaan selama musim liburan di sejumlah daerah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus justru optimistis mampu meningkatkan angka kunjungan.
Berbagai kegiatan edukatif dan kreatif disiapkan untuk menjadikan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus sebagai destinasi wisata literasi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, Mutrikah, mengatakan bahwa jumlah pengunjung Perpusda Kudus selama masa libur sekolah tetap tinggi.
Rata-rata pengunjung yang datang setiap hari mencapai lebih dari 200 orang, bahkan kerap mendekati 300 pengunjung.
"Di masa liburan, banyak perpustakaan lain yang justru sepi. Namun di Perpusda Kudus rata-rata pengunjung setiap hari mencapai lebih dari 200 orang, bahkan hampir menyentuh angka 300. Harapannya, melalui berbagai kegiatan selama masa liburan ini, jumlah tersebut bisa terus meningkat," ujarnya saat ditemui di Perpusda Kudus, Selasa (7/7).
Untuk menarik minat masyarakat, Perpusda Kudus menggelar berbagai kegiatan yang dapat diikuti secara gratis, seperti kelas menggambar bersama narasumber berpengalaman, pelatihan merajut, hingga merangkai bunga.
Menurut Mutrikah, kegiatan tersebut menjadi daya tarik baru agar masyarakat datang ke perpustakaan sekaligus menumbuhkan minat membaca.
Baca Juga: Genjot Literasi Dinarpusda Gelar Bimtek untuk Guru dan Pengelola Perpustakaan
Ia menjelaskan, konsep perpustakaan sengaja dikemas menyerupai tempat wisata yang nyaman dan menyenangkan.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya datang untuk meminjam buku, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas edukatif yang tersedia.
"Kami mencoba membuat konsep perpustakaan seperti tempat wisata, karena membaca juga merupakan sebuah wisata. Ada berbagai kegiatan yang mungkin tidak disangka-sangka ada di perpustakaan, seperti kelas merajut. Dari kegiatan itu kami berharap masyarakat juga tertarik untuk membaca buku," tuturnya.
Selain menghadirkan program kreatif, Perpusda Kudus juga memberikan kemudahan akses layanan melalui jam operasional yang lebih panjang.
Pada hari kerja, perpustakaan buka mulai pukul 07.30 hingga 19.00 WIB, sedangkan pada Sabtu dan Minggu tetap melayani pengunjung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB.
Menurut Mutrikah, kebijakan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kudus yang memiliki aktivitas bekerja maupun kuliah pada siang hari.
"Kami melayani sampai pukul 19.00 WIB karena melihat dinamika masyarakat Kudus yang bekerja dan kuliah. Kami berusaha memberikan fasilitas terbaik agar mereka tetap bisa berkunjung ke perpustakaan setelah beraktivitas," jelasnya.
Tak hanya mengutamakan kenyamanan waktu layanan, Perpusda Kudus juga terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung.
Seluruh staf didorong untuk memberikan pelayanan yang ramah, mulai dari menyiapkan koleksi buku yang bersih hingga menyambut setiap pengunjung dengan baik.
Saat ini Perpusda Kudus memiliki koleksi sebanyak 47.279 judul buku* yang terus diperbarui sesuai kebutuhan pembaca.
Selain itu, layanan Perpustakaan Keliling juga rutin menjangkau masyarakat sebanyak tiga hingga empat kali dalam sepekan untuk memperluas akses literasi hingga ke berbagai wilayah di Kabupaten Kudus.
"Kami selalu memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh staf untuk memberikan pelayanan terbaik, mulai dari menyiapkan buku yang bersih hingga menyambut setiap pengunjung dengan ramah," pungkasnya. (Nuril Baiti Amiliah)
Editor : Ali Mustofa