Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Kisah Erna Susanti, Ibu Rumah Tangga Asal Kudus Ini Sulap Eceng Gondok Jadi Kerajinan Bernilai Jual hingga Tembus Papua

uinbroadcasting • Sabtu, 4 Juli 2026 | 09:12 WIB
Berawal dari iseng, Erna Susanti sukses mengolah eceng gondok menjadi kerajinan bernilai jual.
Berawal dari iseng, Erna Susanti sukses mengolah eceng gondok menjadi kerajinan bernilai jual.

KUDUS - Erna Susanti, seorang ibu rumah tangga, berhasil mengembangkan kerajinan berbahan dasar eceng gondok menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarganya.

Semuanya bermula dari postingan eceng gondok yang Ia unggah di Facebook. Tak disangka, unggahan tersebut mendapat berbagai respons positif dari warganet.

Erna mengaku kerap dihubungi oleh sejumlah orang yang memberikan berbagai tawaran terkait pemanfaatan eceng gondok.

Beragam respons tersebut membangkitkan rasa penasarannya. Erna kemudian mulai mempelajari kerajinan eceng gondok secara otodidak melalui video di YouTube.

Berkat ketekunan dan semangat belajarnya, ia berhasil menguasai teknik pembuatan berbagai produk anyaman hingga akhirnya mengembangkannya menjadi sebuah usaha.

Koleksi kerajinan eceng gondok hasil karya Erna Susanti yang berhasil diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Koleksi kerajinan eceng gondok hasil karya Erna Susanti yang berhasil diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kini, produk kerajinan buatan Erna telah diminati oleh pelanggan dari berbagai daerah.

Hasil karyanya bahkan telah dipasarkan hingga ke Papua. Dari usaha tersebut, Erna mampu meraih omzet sekitar Rp3 juta setiap bulan.

Tak hanya menjadi sumber penghasilan, keterampilan yang dimilikinya juga mengantarkan Erna menjadi pemateri dalam berbagai pelatihan kerajinan eceng gondok.

Melalui kegiatan tersebut, ia membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada masyarakat untuk memanfaatkan eceng gondok agar dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis.

Meski permintaan terus berdatangan, Erna mengaku belum berani mempromosikan usahanya secara besar-besaran.

Ia khawatir pesanan akan membludak dan belum mampu dipenuhi karena kapasitas produksinya masih terbatas. 

Oleh karena itu, ia memilih mengembangkan usahanya secara bertahap sembari menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

Editor : Ali Mustofa
#kerajinan enceng gondok