Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perputaran Ekonomi Kudus Menguat Jelang Turnamen Sepak Bola Putri, Okupansi Hotel Mulai Meroket

Ali Mustofa • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:35 WIB
OKUPANSI MENINGKAT: Pengunjung menikmati makan malam di Hom Hotel Kudus. Seringnya agenda olahraga di Kudus, menaikkan tingkat keterisian kamar hotel. (GALIH ERLAMBANG W/Radar Kudus)
OKUPANSI MENINGKAT: Pengunjung menikmati makan malam di Hom Hotel Kudus. Seringnya agenda olahraga di Kudus, menaikkan tingkat keterisian kamar hotel. (GALIH ERLAMBANG W/Radar Kudus)

KUDUS – Perputaran ekonomi di Kabupaten Kudus sudah dirasakan, meski perhelatan turnamen sepak bola putri nasional belum dimulai.

Salah satunya ditandai dengan tingkat okupansi hotel yang mulai meningkat.

Kabupaten Kudus memang akan menjadi tuan rumah Women’s Soccer Trilogy 2026.

Rangkaian tiga turnamen sepak bola putri nasional dan internasional yang diperkirakan diikuti lebih dari ribuan atlet.

Ini akan berdampak posotif untuk peningkatan ekonomi dan sporttourism.

Perhelatan turnamen sepak bola putri tingkat nasional ini, akan akan digelar pada akhir Juni mendatang.

Turnamen sepak bola bertajuk “MilkLife All Stars Challenge” ini, akan diikuti tim dari sejumlah kota di Indonesia.

Turnamen ini, membawa dampak positif bagi geliat perekonomian di Kabupaten Kudus. Di antaranya, keterisian kamar di sejumlah hotel kini hampir penuh.

Marketing Communication Hom Hotel Kudus Annas mengatakan, geliat keterisian kamar hotel sudah terlihat sebelum turnamen sepak bola putri digelar.

“Alhamdulilah sudah ada kenaikan okupansi, menjelang turnamen sepak bola putri tingkat nasional," ungkapnya.

Annas menambahkan, tingkat okupansi hotel Hom Hotel Kudus mencapai 80-90 persen.

“Biasanya tingkat okupansi di Kudus sudah cukup tinggi 70-80 persen, karena sering ada kunjungan," jelasnya.

Sementara untuk harga hunian hotel, kata Annas, menyesuaikan dengan okupansi. Untuk harga berkisar Rp 500 ribu per malam pada kelas superior.

Vice President PT Metropolitan Golden Management-Horison Hotels Group Vemy Irawati Supomo menyampaikan hal serupa.

Dia melihat adanya kenaikan okupansi hotel menjelang turnamen sepak bola putri nasional. 

“Meskipun kami pendatang baru, kami ada kenaikan okupansi mendekati kompetisi sepak bola putri," ungkapnya.

Sejauh ini, jumlah kamar di hotel baru itu, ada 43 unit. Sementara pembangunan gedung dan pengembangannya masih berproses.

Terpisah, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyatakan, ribuan orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut, membutuhkan berbagai layanan selama berada di Kudus.

Mulai dari tempat tinggal, konsumsi, transportasi, hingga kebutuhan lain yang berpotensi menggerakkan roda perekonomian.

Event seperti ini, bukan hanya soal pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Kudus untuk memperkenalkan potensi daerah. UMKM, hotel, dan jasa transportasi bisa ikut merasakan manfaatnya,” ujar Sam’ani.

Pemkab Kudus telah melakukan persiapan, agar penyelenggaraan berjalan lancar. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan.

Termasuk dengan pelaku usaha, agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu yang datang.

Sam’ani berharap, ajang ini dapat menjadi agenda yang semakin memperkenalkan Kudus sebagai daerah yang ramah terhadap kegiatan olahraga berskala besar. (gal)

 

Editor : Ali Mustofa
#sepak bola bola putri #perputaran ekonomi #okupansi hotel #Kudus