Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Awal Muharam Beda Sehari, Ini Tanggapan Kemenag Kudus

Andika Trisna Saputra • Selasa, 16 Juni 2026 | 13:25 WIB
Kepala Kemenag Kudus, Shony Wardana. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
Kepala Kemenag Kudus, Shony Wardana. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA - Perbedaan penetapan awal Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah kembali terjadi.

Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menetapkan 1 Muharam jatuh pada Selasa, (16/6).

Sementara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan awal Muharam pada Rabu, (17/6).

Perbedaan itu tertuang dalam pengumuman resmi Lembaga Falakiyah PBNU Nomor 146/PB.08/A.IT.11.13/13/06/2026 yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (15/6).

Dalam pengumuman tersebut disebutkan, rukyatul hilal telah dilaksanakan di berbagai titik pemantauan pada 29 Dzulhijah 1447 H, namun seluruh lokasi dilaporkan tidak berhasil melihat hilal.

Atas dasar itu, PBNU memutuskan awal bulan Muharam 1448 H jatuh pada Rabu Kliwon (17/6) atau dimulai sejak Selasa malam.

Penetapan itu menggunakam metode istikmal atau penyempurnaan bilangan bulan menjadi 30 hari.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Muharam 1448 H sehari lebih awal, yakni Selasa (16/6).

Keputusan tersebut disampaikan melalui siaran pers Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana, mengatakan masyarakat diharapkan menyikapi perbedaan ini dengan bijak.

Menurutnya, perbedaan penetapan kalender hijriah merupakan hal yang lumrah dalam dinamika umat Islam.

“Jika terdapat sebagian masyarakat yang berbeda dengan ketetapan tersebut, kita sikapi dan kita hargai perbedaan itu sebagai rahmat. Dengan oerbedaan dan keberagaman itu menempa kedewasaan kita umat Islam untuk senantiasa bersatu, saling menghargai, dan saling menghormati,” ujarnya.

Shony mengibaratkan keberagaman seperti pelangi yang tampak indah karena memiliki banyak warna.

Menurutnya, perbedaan justru menjadi kekayaan yang harus dijaga dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi dan memperkuat kebersamaan.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H. Peaceful Muharram: Menebar maslahat, menguatkan umat. Kita rayakan pergantian tahun dengan menyebarkan kedamaian, merawat lingkungan, dan menguatkan kerukunan,” tandasnya. (dik)

Editor : Andika Trisna Saputra
#penentuan 1 muharam #kemenag ri #Muharam #perbedaan #kemenag kudus