JATI - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris turun langsung menemui pedagang di Pasar Bitingan, Selasa (16/6), untuk membangun komunikasi terkait rencana pemindahan pedagang ke Pasar Saerah.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan Gedung Sehat RSUD Kudus di eks Mall Matahari yang berdampingan dengan area pasar.
Sejak pukul 06.00 WIB, Bupati Sam’ani berjalan kaki dari kediamannya menuju Pasar Bitingan sambil berolahraga pagi.
Setibanya di lokasi, ia menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang, mendengar langsung keluhan, sekaligus menjelaskan alasan penataan yang akan dilakukan pemerintah.
Dalam dialog tersebut, Bupati Sam’ani mengakui respons oedagang cukup beragam.
Sebagian besar mengaku siap mengikuti kebijakan pemerintah, namun ada pula yang masih mempertanyakan alasan pemindahan.
Menurutnya, hal itu menjadi dinamika yang wajar dalam setiap kebijakan penataan.
“Alhamdulillah, tadi kami tanya langsung ke pedagang. Intinya banyak yang sudah manut kepada pemerintah, meski ada beberapa yng masih protes dan bertanya kenapa harus dipindah,” ujarnya.
Ia menegaskan, relokasii ke Pasar Saerah bukan sekadar memindahkan pedagang, tetapi menjadi bagian dari upaya memberikan tempat bedagang yang lebih layak.
Pemerintah, kata dia, ingin memastikan para pedagang tidak lagi berjualan dalam kondisi kehujanan atau kepanasan, serta memiliki lapak resmi yang lebih tertata.
“Kami ingin pedagang itu punya tempat yang resmi, tidak kehujanan, tidak kepanasan, dan bisa berdagang lebih nyaman. Itu tujuan utama penataan ini,” kata Sam’ani.
Menurutnya, pembangunan Gedung Sehat RSUD Kudus akan segera berjalan dan melibatkan alat berat serta material proyek berukuran besar.
Karena itu, area emperan sisi timur Pasar Bitingan harus dikosongkan demi keselamatan bersama.
Ia mengingatkan jangan sampai ada risiko yang timbul akibat pedagang tetap bertahan di area proyek.
“Pembangunan ini tetap berjalam. Nanti ada alat berat dan material besar masuk. Kami tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, makanya kami dorong pedagang untuk segera pindah atau menyesuaikan,” tegasnya.
Bupati juga menjalaskan, terkait progres aspirasi pedagang sebelumnya, yaitu agar pemerintah bisa membangun pasar milik daerah sendiri.
Ia menyebut usulan itu akan dikaji lebih lanjut sesuai kemampuan keuangan daerah.
Serta sudah diajukan ke pemerintah pusat.
“Ada permintaan supaya dibangunkan pasar sendiri. Itu akan kami kaji, tapi prosesnya panjang dan harus lewat beberapa tahapan. Saat ini sudah kami ajukan ke pemerintah pusat juga agar dibantu. Selama kemampuan keuangan daerah memungkinkan, tentu akan kami upayakan,” tandasnya. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra